kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.641.000   -14.000   -0,53%
  • USD/IDR 18.035   45,00   0,25%
  • IDX 5.873   -113,12   -1,89%
  • KOMPAS100 763   -18,32   -2,34%
  • LQ45 583   -12,03   -2,02%
  • ISSI 203   -3,37   -1,63%
  • IDX30 330   -6,18   -1,83%
  • IDXHIDIV20 410   -5,48   -1,32%
  • IDX80 87   -1,95   -2,19%
  • IDXV30 111   -1,67   -1,48%
  • IDXQ30 107   -1,52   -1,40%

BACH dan EMMI Resmi Melantai di BEI, Begini Prospek Kinerjanya


Rabu, 08 Juli 2026 / 15:37 WIB
BACH dan EMMI Resmi Melantai di BEI, Begini Prospek Kinerjanya
ILUSTRASI. Bach Multi Global (BACH) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Rabu (8/7/2026). (DOK/Pulina Nityakanti)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli

Pertama, konsumsi data di Indonesia masih terus meningkat seiring penetrasi smartphone, video streaming, cloud computing, artificial intelligence (AI), hingga Internet of Things (IoT).

Kedua, operator telekomunikasi tetap membutuhkan peningkatan kualitas jaringan, baik melalui penambahan maupun optimalisasi lokasi BTS, terutama untuk memperkuat kapasitas jaringan 4G dan memperluas implementasi 5G.

Ketiga, tren industri juga menunjukkan operator cenderung lebih memilih menyewa menara daripada membangun sendiri karena lebih efisien dari sisi belanja modal (capital expenditure/capex).

Baca Juga: IPO Nitrasanata Dharma (JECX) Oversubscribed 62,5 Kali

Keempat, jika BACH mampu menjaga tingkat okupansi (tenancy ratio) yang tinggi dan memperoleh tambahan penyewa (co-location), maka profitabilitas berpotensi meningkat karena biaya tambahan relatif lebih rendah dibandingkan pendapatan yang diperoleh.

“Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan beberapa risiko seperti kompetisi dengan perusahaan tower yang sudah mapan, tekanan tarif sewa, kebutuhan ekspansi yang cukup besar, serta konsolidasi industri telekomunikasi yang dapat memengaruhi permintaan menara baru,” tuturnya.

Melalui IPO, nilai pasar (valuasi) dari BACH menjadi lebih transparan. Hal ini memberikan dampak positif bagi penilaian aset konsolidasi grup secara keseluruhan. 

Dengan menjadi perusahaan terbuka, BACH memiliki akses langsung ke pasar modal untuk meraih pendanaan masa depan, baik melalui rights issue, obligasi, maupun aksi korporasi lainnya, tanpa harus terus-menerus bergantung pada ekuitas dari induk usaha. 

Bahkan, Grup Djarum sebenarnya jeli dalam melihat bahwa mesin pertumbuhan baru di era digital bukan lagi sekadar menara makro konvensional, melainkan integrasi antara menara, fiber optic, dan data center.

Baca Juga: Segera Ditutup Hari Ini Jam 09.00, Pemesanan IPO Saham PRDL Diserbu 1,2 Juta SID

“Membawa BACH ke bursa adalah cara mereka memperkenalkan ‘pilihan investasi baru’ yang lebih agile kepada investor publik untuk menangkap peluang digitalisasi ini,” paparnya.

Sayangnya, Nafan belum memberikan rekomendasi saham untuk BACH maupun EMMI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×