Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bach Multi Global Tbk (BACH) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini (8/7/2026).
Pada perdagangan perdana, hingga pukul 09.01 WIB, saham BACH langsung cetak auto rejection atas (ARA) setelah melonjak 24,43% ke posisi harga Rp 550 per saham.
Perusahaan sektor penjualan dan penyewaan infrastruktur telekomunikasi ini menjadi emiten keempat yang mencatatkan diri di BEI pada tahun 2026.
Baca Juga: Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 17.981 Per Dolar AS Hari Ini (8/7), Asia Turun
Emiten di sektor industrial ini menawarkan maksimal 615 juta saham baru atau setara dengan 15,06% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pasca IPO.
Dengan kisaran harga penawaran Rp 400 - Rp 500 per saham, BACH akhirnya menetapkan harga IPO di level Rp 442 per saham. Alhasil perusahaan mendapatkan dana segar hingga Rp 271,83 miliar.
Dalam penggunaan dana IPO, BACH berencana menggunakan Rp 91,02 miliar dari dana IPO setelah dikurangi berbagai biaya emisi untuk pembayaran sebagian utang kepada PT Bank Permata Tbk atas fasilitas pinjaman jangka pendek.
Sisanya akan digunakan sebagai modal kerja oleh BACH, yaitu dalam rangka pembelian genset untuk dijual maupun disewakan.
Manajemen BACH bilang, langkah strategis ini menjadi fondasi bagi BACH untuk mempercepat ekspansi bisnis di sektor penyediaan energi dan pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas digital dan keandalan pasokan listrik di Indonesia.
Saat ini BACH telah memiliki rekam jejak lebih dari 20 tahun, mengelola lebih dari 40.000 site, mendistribusikan lebih dari 20.000 unit genset, serta melayani lebih dari 200 pelanggan korporasi dari berbagai sektor strategis, termasuk perusahaan telekomunikasi, perbankan, energi, hingga pemerintah.
“Perseroan juga dipercaya oleh berbagai perusahaan besar seperti Grup Protelindo, PLN Group, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Huawei, dan Indosat Ooredoo Hutchison,” tulisnya dalam keterangan resmi, Rabu (8/7/2026).
Sebagai perusahaan yang memiliki dua lini bisnis utama, BACH mengombinasikan bisnis penjualan dan penyewaan genset dengan jasa konstruksi serta pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi.
“Kombinasi tersebut memberikan diversifikasi pendapatan sekaligus memperkuat stabilitas bisnis melalui kontrak jangka panjang dan recurring revenue yang menjadi salah satu kekuatan utama perseroan,” papar manajemen BACH.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













