kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

WNA Diperbolehkan Beli Apartemen, Cek Saham Rekomendasi Analis


Selasa, 15 Agustus 2023 / 05:00 WIB
WNA Diperbolehkan Beli Apartemen, Cek Saham Rekomendasi Analis


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli

Lalu, pada tahun 2024, The Fed juga akan menerapkan soft landing policy. Sehingga, Bank Indonesia (BI) bisa mempertimbangkan untuk menerapkan expansionary monetary policy.

Akibatnya, permintaan kredit di sektor properti bisa meningkat, termasuk untuk KPA.  “Hal itu bisa menjadi sentimen positif untuk meningkatkan marketing sales emiten properti di semester II, karena bisa meningkatkan kinerja recurring income,” tuturnya.

Nafan pun merekomendasikan Add untuk CTRA dan BSDE dengan target harga masing-masing Rp 1.235 dan Rp 1.315 per saham. 

Baca Juga: Dana Asing Berpotensi Deras di Pasar Saham pada Semester II-2023

Lalu, SMRA dan PWON direkomendasikan buy on weakness dengan target harga Rp 685 dan Rp 488 per saham.

“Saham emiten properti saat ini rata-rata menarik, karena PE mereka masih di bawah 15x,” papar Nafan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×