Reporter: Dimas Andi | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pekan depan pasar saham Indonesia akan memasuki momen musiman yang patut jadi perhatian bagi investor, yakni Tahun Baru Imlek dan bulan Ramadan. Beberapa sektor tertentu berpotensi diuntungkan pada periode tersebut.
Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto menyampaikan, tahun 2026 cukup unik lantaran momen Tahun Baru Imlek dan Ramadan saling berdekatan. Dari situ, ia meyakini momentum perayaan Imlek dan Ramadan akan memicu permintaan terhadap produk-produk yang bersifat musiman.
Setidaknya dalam jangka pendek emiten-emiten terkait konsumer, ritel, dan telekomunikasi berpotensi diuntungkan dan mengalami peningkatan kinerja seiring tingginya kebutuhan masyarakat terhadap produk dan jasa tersebut.
"Investor bisa fokus ke sektor konsumer, ritel, telekomunikasi yang biasanya jadi unggulan di periode tersebut," ujar dia dalam Media Day bersama Mirae Asset Sekuritas, Jumat (13/2).
Baca Juga: DXY Tertekan, Valas Asia Masih Fluktuatif pada Februari 2026
Di luar itu, Rully juga menyebut saham-saham terkait komoditas emas tetap bisa menjadi opsi bagi investor selama periode Imlek dan Ramadan. Hal ini didukung oleh potensi kenaikan harga emas dunia yang dapat terus berlanjut, meski beberapa waktu terakhir harga komoditas tersebut sempat terkoreksi.
Rully juga bicara mengenai peluang saham-saham terkait kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan, seperti di sektor poultry. Menurutnya, prospek saham-saham di sektor tersebut dalam jangka pendek sangat bergantung dari keputusan akhir pemerintah terkait nasib program MBG selama Ramadan berlangsung.
Jikalau penyaluran MBG dibatasi selama Ramadan, kemungkinan pamor saham-saham yang selama ini diuntungkan oleh program tersebut akan meredup untuk sementara waktu.
Terlepas dari itu, Rully mengingatkan bahwa pergerakan pasar saham selama Ramadan juga akan banyak dipengaruhi oleh sentimen makro, seperti kelanjutan kesepakatan tarif dagang Indonesia dan Amerika Serikat (AS) hingga perkembangan perbaikan tata kelola bursa selepas gejolak pasar akibat isu Morgan Stanley Capital International (MSCI).
"Hasil pemaparan outlook ekonomi dari pemerintah juga akan jadi sentimen ketika pasar kembali dibuka setelah libur nanti," tandas dia.
Sebagaimana diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,64% ke level 8.212,27 pada penutupan perdagangan Jumat (13/2). Sejak awal tahun, IHSG telah terkoreksi 5,03% year to date (ytd).
Baca Juga: PMUI Menjual Saham Graha Prima Mentari ke Rimau, Apa Efeknya?
Selanjutnya: Purbaya: Sektor Swasta Jadi Kunci Ekspansi Ekonomi Jangka Panjang
Menarik Dibaca: Promo Bukber Jogja: 10 Hotel Murah di Bawah Rp 100 Ribu, Banyak Doorprize!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)