kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Wall Street Naik Disokong Data Inflasi, Fokus Investor Beralih ke Laporan Pendapatan


Jumat, 12 April 2024 / 05:40 WIB
Wall Street Naik Disokong Data Inflasi, Fokus Investor Beralih ke Laporan Pendapatan
ILUSTRASI. Indeks utama Wall Street naik di akhir perdagangan Kamis (11/4). REUTERS/Brendan McDermid


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks utama Wall Street naik di akhir perdagangan Kamis (11/4), didukung kenaikan saham teknologi. Data ekonomi terbaru menghidupkan kembali harapan bahwa inflasi dalam tren menurun.

Mengutip Reuters, indeks S&P 500 naik 38,42 poin, atau 0,74%, ke level 5,199.06, Nasdaq Composite naik 271,84 poin, atau 1,68%, ke level 16,442.20, sementara Dow Jones Industrial Average nyaris stagnan, dengan koreksi 2,43 poin, atau 0,01% ke level 38,459.08.

Dari 11 sektor utama dalam S&P 500, sektor teknologi memimpin kenaikan, sementara sektor keuangan menjadi sektor dengan penurunan terdalam.

Volume perdagangan saham di bursa AS mencapai 10,39 miliar saham dengan rata-rata 11,48 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Baca Juga: S&P dan Nasdaq Dibuka Menghijau Terdongkrak Data Inflasi

Indeks Harga Produsen (PPI) lebih lemah dari perkiraan, mendukung narasi bahwa pertumbuhan inflasi masih melambat.

"Data pagi ini sedikit lebih mendukung hasil soft landing yang tidak berbahaya dibandingkan data kemarin," kata Brian Nick, ahli strategi investasi senior di Macro Institute. 

"Saya kira ini terasa seperti reaksi alami dari apa yang berpotensi menimbulkan reaksi berlebihan kemarin."

Pada hari Rabu, data CPI yang lebih tinggi dari perkiraan menyebabkan saham-saham melemah tajam dan imbal hasil Treasury naik ke level tertinggi sejak November. 

Laporan tersebut menghilangkan harapan bahwa bank sentral dapat menurunkan suku bunga sebanyak tiga kali sebelum akhir tahun, yang kemungkinan akan dimulai segera setelah pertemuan kebijakan bulan Juni.

“Ada indikasi bahwa angka inflasi yang menjadi perhatian The Fed yakni angka PCE tidak akan seburuk CPI,” jelas Nick

Baca Juga: Wall Street Melemah Tajam, Inflasi Tinggi Meredupkan Harapan Penurunan Suku Bunga AS

"Dan bagian pasar yang paling terdampak kemarin, mulai bangkit kembali hari ini."

Meskipun data PPI lebih menggembirakan, data tersebut menunjukkan bahwa penurunan inflasi menuju target tahunan bank sentral sebesar 2% mungkin terlalu berliku bagi The Fed.

Pejabat Fed New York John Williams mengatakan tidak ada kebutuhan yang jelas untuk menyesuaikan kebijakan moneter dalam waktu dekat.

Sementara pejabat Fed Richmond Thomas Barkin mengatakan bank sentral belum yakin tekanan harga akan terus berkurang.

“Investor mulai menyerap kemungkinan bahwa mungkin inflasi akan bertahan sedikit lebih lama dan The Fed akan terus bersabar, yang merupakan pernyataan besar mereka saat ini,” kata Joseph Sroka, kepala investasi di NovaPoint di Atlanta.

Investor kini mengalihkan fokus mereka ke musim laporan laba kuartal pertam. Laporan keuangan dari tiga bank besar AS, yakni JPMorgan Chase & Co, Citigroup Inc, dan Wells Fargo & Co akan dirilis pada Jumat pagi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×