kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Wall St Naik Setelah Data Inflasi yang Selaras Memicu Harapan Penurunan Suku Bunga


Kamis, 29 Februari 2024 / 23:36 WIB
Wall St Naik Setelah Data Inflasi yang Selaras Memicu Harapan Penurunan Suku Bunga
ILUSTRASI. Traders work on the floor at the New York Stock Exchange (NYSE) in New York City, U.S., January 19, 2024. REUTERS/Brendan McDermid


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Indeks utama Wall Street naik pada hari Kamis (29/2). Metrik inflasi utama sesuai dengan perkiraan, meningkatkan harapan penurunan suku bunga oleh The Fed pada paruh pertama tahun ini.

Melansir Reuters, pukul 09:33 waktu setempat, Dow Jones Industrial Average naik 120,40 poin atau 0,31% pada 39.069,42, S&P 500 naik 25,07 poin atau 0,49% pada 5.094,83, dan Nasdaq Composite naik 126,87 poin atau 0,80 % pada 16.074,61.

Sepuluh dari 11 sub-indeks utama S&P 500 menguat hari ini, dengan saham-saham teknologi yang sensitif terhadap suku bunga memimpin kenaikan.

Baca Juga: Wall Street Tergelincir Sehari Menjelang Rilis Data Inflasi PCE

Laporan Departemen Perdagangan AS menunjukkan, indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), yang merupakan ukuran inflasi pilihan The Fed, naik 0,3% pada bulan Januari secara bulanan, sesuai perkiraan. Harga naik 2,4% pada basis tahunan, juga sesuai dengan perkiraan.

Para pedagang menambah spekulasi bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga pada bulan Juni setelah data PCE.

Sementara itu, klaim pengangguran awal untuk pekan yang berakhir 24 Februari mencapai 215.000, lebih besar dari ekspektasi 210.000, menurut para ekonom yang disurvei oleh Reuters.

"(Data) seharusnya mendukung optimisme investor bahwa perekonomian berada pada pijakan yang kuat... The Fed telah melakukan pekerjaan yang sangat besar dalam mengendalikan inflasi dan jika saat ini kita tidak menikmati soft landing, maka hal tersebut akan segera terjadi," kata Peter Andersen, pendiri Andersen Capital Management di Boston.

Laporan harga konsumen dan produsen pada awal bulan Februari, yang menandakan inflasi yang tinggi serta pendekatan yang hati-hati dari para pengambil kebijakan The Fed, telah menyebabkan investor memundurkan ekspektasi penurunan suku bunga ke bulan Juni.

Baca Juga: Wall Street Dibuka Turun Rabu (28/2), Kehati-hatian Menjelang Rilis Data Inflasi

Pada awal tahun ini, para pedagang bertaruh pada bulan Maret sebagai titik awal siklus pelonggaran The Fed.

Asal tahu, ketiga indeks utama Wall Street berada di jalur kenaikan bulanan keempat berturut-turut, dengan Nasdaq yang merupakan perusahaan teknologi tinggi memimpin, berkat pendapatan kuartalan yang kuat dan reli luar biasa yang didorong oleh optimisme seputar kecerdasan buatan (AI).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×