kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Wall Street Melemah, Pasar Pantau Rilis Kinerja Perusahaan Teknologi dan Harga Minyak


Kamis, 23 Juli 2026 / 05:00 WIB
Wall Street Melemah, Pasar Pantau Rilis Kinerja Perusahaan Teknologi dan Harga Minyak
ILUSTRASI. Indeks utama Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (22/7/2026)(REUTERS/Brendan McDermid)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks utama Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (22/7/2026), karena kinerja beragam dari saham teknologi. Investor menunggu laporan pendapatan utama untuk mengukur kesehatan reli pasar yang didorong oleh antusiasme terhadap kecerdasan buatan.

Investor juga memantau ketegangan terbaru di Timur Tengah, yang menyebabkan harga minyak berjangka menetap di level tertinggi enam minggu, memicu kekhawatiran inflasi.

Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average turun 6,06 poin, atau 0,01% ke level 52.218,58, S&P 500 turun 10,24 poin, atau 0,14% ke level 7.498,96 dan Nasdaq Composite turun 146,30 poin, atau 0,57%, menjadi 25.690,90.

Baca Juga: UPDATE-Wall Street Bergerak Mixed Rabu (22/7), Jelang Kinerja Alphabet dan Tesla

Volume perdagangan saham di bursa AS mencapai 15,16 miliar saham, dengan rata-rata 19,5 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Dua perusahaan megakapitalisasi pertama dari kelompok "Magnificent Seven" yaitu Alphabet dan Tesla akan merilis hasil kinerja pada kuartal kedua setelah penutupan pasara. 

Investor berharap adanya bukti baru bahwa investasi miliaran dolar perusahaan-perusahaan ini di bidang AI membuahkan hasil. 

"Investor menjadi jauh lebih jeli dan spesifik dalam memilih tempat berinvestasi di sektor AI," kata Kevin Gordon, kepala riset dan strategi makro di Charles Schwab, seraya mencatat perbedaan mencolok dalam kinerja antara saham perangkat lunak dan saham chip pada hari itu.

Perdagangan di Alphabet berfluktuasi, dengan sahamnya ditutup turun 1,5%. Perusahaan tersebut akan berada di bawah pengawasan ketat setelah penundaan peluncuran model yang menjadi inti ambisi AI-nya. 

Saham Texas Instruments kehilangan momentum dalam perdagangan lanjutan setelah menutup sesi reguler dengan kenaikan 1% sebelum merilis hasil dan memperkirakan pendapatan kuartal saat ini di atas ekspektasi. 

Setelah menutup sesi reguler dengan penurunan 1,3%, saham Tesla menambah kerugian di akhir perdagangan, jatuh -3% setelah melaporkan arus kas bebas negatif pada kuartal kedua untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun.

Jadwal laporan pendapatan yang padat membuat pasar rentan terhadap fluktuasi yang lebih tajam minggu ini, sementara ketegangan geopolitik menambah lapisan kehati-hatian lainnya. 

Baca Juga: Harga Emas Sentuh Level Tertinggi Dua Pekan, Pelemahan Dolar Angkat Permintaan

Harga minyak mentah berjangka mencatat penutupan tertinggi sejak 11 Juni, naik sekitar 3% karena milisi Houthi Yaman yang didukung Iran mengancam pelayaran di Laut Merah, salah satu titik rawan energi terpenting di dunia bersama dengan Selat Hormuz. 

Presiden AS Donald Trump berjanji untuk menghancurkan jembatan atau pembangkit listrik Iran setiap kali Iran menembak kapal di selat tersebut.

"Tidak termasuk perdagangan AI berkapitalisasi besar, ada unsur yang terkait dengan harga minyak yang mendorong pasar," kata Gordon dari Schwab, seraya mencatat bahwa harga minyak yang tinggi memicu kekhawatiran inflasi. 

"Orang-orang bersikap defensif terhadap sektor utilitas, tetapi dengan harga energi dan material yang lebih tinggi, itulah komponen inflasinya." 

Baca Juga: Wall Street Melemah Jelang Laporan Big Tech, Investor Cermati Prospek AI

Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil hingga akhir tahun 2026, menurut perkiraan median dalam jajak pendapat Reuters terhadap para ekonom. 

Namun, responden mengatakan risiko kenaikan suku bunga tetap tinggi. Para pedagang memperkirakan sekitar 66% kemungkinan Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan minggu depan, menurut alat FedWatch dari CME Group.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×