CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Investor Beli Saat Harga Turun, Harga Emas Spot Naik di Akhir Pekan


Sabtu, 12 September 2026 / 19:20 WIB
Investor Beli Saat Harga Turun, Harga Emas Spot Naik di Akhir Pekan
ILUSTRASI. Logam Mulia - Harga Emas (REUTERS/Francis Kokoroko)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas naik pada akhir pekan ini, Jumat (11/9/2026). Harga emas bangkit dari penurunan baru-baru ini dan menemukan titik dasar jangka pendek, meskipun data inflasi Amerika Serikat (AS) yang kuat memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve minggu depan.

Mengutip data trading economics, harga emas spot ditutup naik 0,76% ke level 4,350.36 pada Jumat (11/9/2026). Namun, selama sepekan harga emas spor masih terkoreksi 1,82%.

"Emas pulih dengan cepat setelah penurunan singkat, karena data IHK (CPI) tampaknya memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed minggu depan. Volatilitasnya agak mereda, karena pasar sudah memperhitungkan kemungkinan kenaikan sebesar 70%," kata Tai Wong, pedagang logam independen seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Rupiah Menguat Tipis di Pekan Ini, Cek Proyeksi Pergerakan Rupiah untuk Pekan Depan

Wong mengatakan, pergerakan harga di sini menunjukkan bahwa emas sedang menemukan titik dasar jangka pendek setelah penurunan baru-baru ini.

Harga emas berjangka AS ditutup hampir tidak berubah pada level US$ 4.408,90 per ons.

Harga emas sempat turun hampir 2% pada hari Kamis setelah data Indeks Harga Produsen (PPI) Amerika Serikat (AS) menunjukkan kenaikan harga yang sesuai dengan ekspektasi pada bulan Agustus.

Indeks Harga Konsumen (IHK) naik 0,4% bulan lalu setelah sebelumnya naik tipis 0,1% pada bulan Juli, menurut data Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) yang dirilis pada hari Jumat.

Harga minyak turun, namun tetap berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan.

Baca Juga: Asing Net Sell Rp 2,70 Triliun, Cermati Saham yang Banyak Dijual Sepekan Terakhir

Harga minyak yang lebih tinggi memicu kekhawatiran inflasi, sehingga memperkuat spekulasi kenaikan suku bunga. Meskipun emas biasanya dipandang sebagai sarana lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi mengurangi daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.

Menurut CME FedWatch Tool, para pelaku pasar memperhitungkan adanya peluang sebesar 87% untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan The Fed pekan depan, naik dari 67% sebelum data inflasi dirilis.

Permintaan emas di India cenderung lesu pekan ini karena fluktuasi harga membuat pembeli menahan diri, sementara permintaan investasi tetap kuat di Tiongkok, negara konsumen utama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU

[X]
×