kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

UPDATE-Wall Street Bergerak Mixed Rabu (22/7), Jelang Kinerja Alphabet dan Tesla


Rabu, 22 Juli 2026 / 21:54 WIB
UPDATE-Wall Street Bergerak Mixed Rabu (22/7), Jelang Kinerja Alphabet dan Tesla
ILUSTRASI. Bursa Amerika Serikat (Wall Street) (REUTERS/Brendan McDermid)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Indeks-indeks utama Wall Street bergerak bervariasi pada perdagangan Rabu (22/7/2026) waktu setempat.

Pelemahan saham-saham semikonduktor membuat investor berhati-hati menjelang rilis laporan keuangan emiten teknologi raksasa yang dinilai akan menentukan keberlanjutan reli saham berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Baca Juga: Harga Emas Sentuh Level Tertinggi Dua Pekan, Pelemahan Dolar Angkat Permintaan

Melansir Reuters hingga pukul 09.58 waktu New York, indeks Dow Jones naik 238,09 poin atau 0,46% ke level 52.462,73.

Indeks S&P 500 menguat tipis 2,28 poin atau 0,03% menjadi 7.511,48, sedangkan Nasdaq Composite turun 65,06 poin atau 0,25% ke posisi 25.772,14.

Di antara saham individual, AT&T naik 3,8% setelah berhasil menambah pelanggan layanan nirkabel lebih banyak dari perkiraan pada kuartal II.

Sementara itu, Super Micro Computer melonjak 22,4% setelah produsen server AI tersebut mengumumkan telah memperoleh pesanan baru lebih dari US$ 60 miliar untuk kuartal IV serta memperkirakan margin laba kotornya akan melampaui proyeksi sebelumnya.

Baca Juga: Arus Kas ETF Bitcoin Masuk US$ 75,7 Juta, Sinyal Minat Investor Institusi Pulih?

Setelah menguat selama beberapa bulan sejak titik terendah pada Maret, laju kenaikan bursa saham Amerika Serikat mulai kehilangan momentum akibat volatilitas pada saham-saham semikonduktor.

Fokus investor kini tertuju pada laporan keuangan kuartal II-2026 dari Alphabet dan Tesla, dua anggota kelompok "Magnificent Seven" yang dijadwalkan merilis kinerja setelah penutupan pasar.

Alphabet menjadi sorotan utama setelah penundaan peluncuran model AI andalannya memunculkan kekhawatiran mengenai prospek bisnis kecerdasan buatan perusahaan tersebut. Saham Alphabet diperdagangkan relatif datar pada awal sesi.

Chief Investment Strategist CFRA Research Sam Stovall mengatakan, investor cenderung mengambil sikap menunggu sebelum menentukan arah pasar selanjutnya.

Baca Juga: Harga Minyak Tembus Level Tertinggi 6 Pekan, Konflik Timur Tengah Ancam Pasokan

"Investor akan mengambil sikap wait and see sebelum memutuskan apakah tren pelemahan akan berlanjut atau aksi beli saat harga turun kemarin memiliki keberlanjutan. Besaran belanja modal (capital expenditure/capex) akan menjadi fokus utama pada laporan Tesla dan Alphabet," ujarnya.

Selain Alphabet dan Tesla, produsen chip Texas Instruments juga dijadwalkan merilis laporan keuangan setelah penutupan pasar. Saham perusahaan turun sekitar 0,3% seiring lemahnya sektor semikonduktor.

Indeks Philadelphia Semiconductor bergerak relatif datar setelah sebelumnya mencatat penurunan dalam lima dari sepuluh sesi perdagangan terakhir, mencerminkan masih rapuhnya sentimen terhadap saham-saham chip.

Di sisi sektoral, saham teknologi menjadi penekan utama pasar. Sebaliknya, sektor material dan utilitas masing-masing menguat 1,6% dan 1,2%, sehingga membantu menopang penguatan indeks Dow Jones Industrial Average.

Sentimen geopolitik juga masih membayangi pasar. Konflik di Timur Tengah terus menjadi perhatian setelah ancaman kelompok Houthi terhadap jalur pelayaran di Laut Merah mengganggu dua jalur distribusi energi utama dunia.

Baca Juga: Wall Street Melemah Jelang Laporan Big Tech, Investor Cermati Prospek AI

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyatakan, Washington masih terbuka untuk berunding dengan Iran, tetapi menilai Teheran belum menunjukkan keseriusan dalam proses negosiasi.

Di saat yang sama, harga minyak dunia naik mendekati level tertinggi dalam enam pekan, sehingga kembali memunculkan kekhawatiran terhadap inflasi.

Berdasarkan jajak pendapat Reuters, mayoritas ekonom memperkirakan Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga acuannya sepanjang sisa 2026.

Namun, risiko kenaikan suku bunga dinilai masih cukup tinggi apabila tekanan inflasi kembali meningkat.

Menurut CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan peluang sekitar 72% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×