Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks utama Wall Street dibuka menguat tipis pada perdagangan Kamis (12/2/2026), setelah data tenaga kerja Amerika Serikat yang solid meredakan kekhawatiran pasar terhadap kondisi ekonomi Negeri Paman Sam.
Perhatian investor kini beralih ke rilis kinerja keuangan sejumlah perusahaan besar.
Pada awal perdagangan, Dow Jones Industrial Average naik 48,9 poin atau 0,10% ke level 50.170,27. Indeks S&P 500 menguat 0,23% ke posisi 6.957,54, sementara Nasdaq Composite naik 0,33% ke level 23.142,87.
Baca Juga: Wall Street Bersiap Catat Pelemahan Mingguan Seiring Kekhawatiran Terhadap Ekonomi AS
Penguatan ini terjadi sehari setelah laporan pertumbuhan lapangan kerja yang lebih baik dari perkiraan serta penurunan tingkat pengangguran. Data tersebut memberi sinyal bahwa ekonomi AS masih cukup tangguh.
Pelaku pasar merasa lebih tenang, meski ekspektasi penurunan suku bunga mulai dikoreksi.
Berdasarkan FedWatch CME Group, peluang bank sentral AS memangkas suku bunga setidaknya sekali pada Juni masih terbuka, namun kemungkinan The Fed menahan suku bunga kini naik mendekati 40%.
Klaim tunjangan pengangguran mingguan juga turun, meski penurunannya tidak sedalam yang diharapkan pasar.
Baca Juga: Wall Street Bergerak Tipis Kamis (4/12), Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed
Fokus berikutnya tertuju pada data inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) Januari yang akan dirilis Jumat, yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter The Fed.
“Inflasi yang berpotensi melandai akan menjaga The Fed tetap pada jalur pelonggaran,” tulis UBS Global Wealth Management. Mereka menilai pemangkasan suku bunga di luar masa resesi “positif bagi pasar saham”.
Di sisi lain, pasar masih sensitif terhadap dampak disrupsi kecerdasan buatan (AI). Saham sektor perangkat lunak kembali tertekan, sementara saham perusahaan pialang memperpanjang pelemahan.
Saham AppLovin anjlok 7,2% setelah merilis kinerja kuartal IV. Sepanjang enam pekan awal tahun, nilai saham perusahaan ini sudah merosot hampir 30% akibat persaingan yang makin ketat.
Saham produsen komputer pribadi juga melemah setelah Lenovo memperingatkan tekanan pengiriman akibat kelangkaan chip memori. Saham HP dan Dell masing-masing turun sekitar 4%.
Baca Juga: Wall Street Melemah Pasca Data Penggajian Melemah dan Shutdown Pemerintah AS
Di tengah tekanan tersebut, laporan kinerja emiten tetap menjadi penggerak pasar. Saham Howmet Aerospace naik 4,8% di perdagangan prapasar setelah memproyeksikan laba kuartal I di atas ekspektasi.
Sebaliknya, saham Cisco jatuh sekitar 6% usai mencatat margin kotor yang lebih rendah dari perkiraan.
Pasar juga menanti pernyataan pejabat The Fed, termasuk Presiden The Fed Dallas Lorie Logan dan Gubernur Stephen Miran.
Dari sisi geopolitik, Amerika Serikat dan China dilaporkan berpeluang memperpanjang gencatan dagang hingga satu tahun. Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping disebut akan bertemu di Beijing pada awal April.
Baca Juga: Wall Street Bergerak Tipis, Investor Tunggu Laporan Ritel dan Pidato Powell
Sementara itu, DPR AS secara tipis menyetujui langkah untuk membatalkan tarif terhadap Kanada, dengan menghentikan status darurat nasional yang selama ini menjadi dasar kebijakan tarif tersebut.
Selanjutnya: Harga Minyak Turun Usai IEA Pangkas Proyeksi Permintaan Global
Menarik Dibaca: Tagihan Listrik Bisa Aman! Ini 9 Cara Hangatkan Kamar Tidur Anda Tanpa Boros
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













