Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas dunia melonjak ke level tertinggi dalam dua pekan pada perdagangan Rabu (22/7/2026), didorong pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan aksi beli teknikal.
Pelaku pasar juga terus mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah serta arah kebijakan suku bunga bank sentral AS (Federal Reserve/Fed).
Berdasarkan data Reuters, harga emas spot naik 1,3% menjadi US$ 4.130,59 per ons troi pada pukul 08.32 EDT (12.32 GMT). Sepanjang sesi, harga sempat menyentuh US$ 4.141,59 per ons troi, level tertinggi sejak 7 Juli.
Baca Juga: Emas Sentuh Level Tertinggi 3 Pekan, Putusan Tarif AS Picu Aksi Safe Haven
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus menguat 1,5% menjadi US$ 4.135,40 per ons troi.
Analis Riset Senior FXTM Lukman Otunuga mengatakan, pelemahan dolar dan aksi beli kembali mendorong emas menembus US$ 4.140 per ons.
Penguatan emas terjadi seiring melemahnya indeks dolar AS, sehingga logam mulia yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih murah bagi pembeli di luar negeri.
Di saat yang sama, pasar masih memantau perkembangan konflik di Timur Tengah setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan Washington masih membuka peluang negosiasi untuk mengakhiri krisis Iran, meski menilai Teheran belum menunjukkan keseriusan.
Ketegangan geopolitik meningkat setelah empat kapal tanker yang mengangkut minyak mentah Saudi menuju Asia berbalik arah di Laut Merah akibat ancaman kelompok Houthi yang didukung Iran.
Kondisi tersebut mendorong harga minyak naik ke level tertinggi dalam hampir enam pekan.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Anjlok Lebih dari 1%, Dolar AS Sentuh Puncak Tertinggi Setahun
Meski menjadi aset lindung nilai, kenaikan harga minyak berpotensi membatasi ruang penguatan emas.
Gangguan pasokan minyak dari kawasan Teluk meningkatkan ekspektasi suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama, yang umumnya mengurangi daya tarik emas karena tidak memberikan imbal hasil.
Di sisi lain, hasil jajak pendapat Reuters menunjukkan The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya hingga akhir 2026.
Pasar bahkan memperkirakan dua kali kenaikan suku bunga hingga akhir Maret tahun depan, dengan peluang sekitar 72% untuk kenaikan suku bunga pada September berdasarkan CME FedWatch Tool.
Investor kini menantikan hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pekan depan guna memperoleh petunjuk lebih jelas mengenai arah kebijakan moneter AS.
Baca Juga: Harga Emas Dekati Level Tertinggi 2 Pekan Rabu (22/7) Pagi, Sentuh US$ 4.113
Logam mulia lainnya juga menguat. Harga perak spot naik 1,1% menjadi US$ 59,40 per ons troi, platinum bertambah 1,1% ke US$ 1.647,17 per ons troi, sementara paladium melonjak 2,9% menjadi US$ 1.319,74 per ons troi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
