kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.783   -127,00   -0,71%
  • IDX 6.365   -44,28   -0,69%
  • KOMPAS100 835   -9,48   -1,12%
  • LQ45 634   -6,17   -0,96%
  • ISSI 221   -1,24   -0,56%
  • IDX30 356   -3,64   -1,01%
  • IDXHIDIV20 434   -4,17   -0,95%
  • IDX80 95   -1,11   -1,15%
  • IDXV30 120   -0,72   -0,60%
  • IDXQ30 113   -1,42   -1,25%

Wall Street Ditutup Melemah, Harapan Kesepakatan soal Selat Hormuz Memudar


Selasa, 11 Agustus 2026 / 04:54 WIB
Wall Street Ditutup Melemah, Harapan Kesepakatan soal Selat Hormuz Memudar
ILUSTRASI. Bursa Amerika Serikat (Wall Street) (REUTERS/Brendan McDermid)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks Nasdaq dan S&P 500 ditutup melemah pada perdagangan Senin (10/8/2026), tertekan penurunan saham Intel dan sejumlah perusahaan pembuat cip.

Pelemahan terjadi ketika investor semakin tidak yakin terhadap tercapainya kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Melansir Reuters, indeks S&P 500 ditutup turun 0,06% dan berakhir di level 7.753,12. Nasdaq melemah 0,32% menjadi 26.605,36, sedangkan Dow Jones Industrial Average tertekan 0,11% menjadi 53.976,04.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuntut Iran membayar kompensasi kepada orang-orang yang disebutnya tewas dalam perang, serangan, dan aksi protes.

Baca Juga: Bursa Wall Street Tancap Gas usai Iran Buka Selat Hormuz

Sebelumnya, Iran meminta Washington memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk memberikan kompensasi kepada Teheran atas kerusakan yang ditimbulkan sejak AS dan Israel melancarkan serangan ke wilayah Iran lebih dari lima bulan lalu.

Seiring investor semakin pesimistis terhadap penyelesaian krisis di Timur Tengah, harga minyak mentah AS melonjak sekitar 5% menjadi US$ 82,13 per barel.

Pembukaan kembali jalur aliran minyak melalui Selat Hormuz dapat meredakan kekhawatiran terhadap kenaikan harga energi yang telah memicu kekhawatiran inflasi dan meningkatkan risiko bank sentral harus menaikkan suku bunga.

Tekanan terhadap pasar juga datang dari saham Intel yang turun 4,1% setelah perusahaan pembuat cip tersebut menyatakan berencana menghimpun dana sebesar US$15 miliar melalui penjualan saham.

S&P 500 sebelumnya mencatat rekor penutupan tertinggi pada Jumat (7/8), didorong kinerja laba yang jauh lebih kuat dari perkiraan.

"Margin dan laba berada pada rekor. Itulah cerita pasar ini, tetapi konflik Iran membuat sentimen risiko kembali muncul lalu menghilang," kata Tom Hainlin, investment strategist di U.S. Bank Wealth Management di Minneapolis.

Baca Juga: Wall Street Nyaris Stagnan, Pasar Cermati Situasi Selat Hormuz

Menurut dia, dampak langsung konflik tersebut terlihat pada sektor energi dan harga minyak yang masih bertahan di atas level sebelum konflik pada 27 Februari.

"Jelas belum ada gambaran transparan mengenai bagaimana kita bisa kembali ke kondisi sebelum konflik dimulai, sehingga premi tersebut terus terbentuk. Sejauh ini, dunia masih mampu mengatasinya, tetapi solusi sementara itu tidak akan bertahan selamanya," ujarnya.

Saham Nvidia turun 2,9%. Seseorang yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan kepada Reuters pada Senin bahwa sejumlah perusahaan keuangan, termasuk Apollo Global dan Blackstone, tengah bekerja sama dengan Nvidia untuk menyiapkan paket pendanaan senilai US$500 miliar bagi pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Sejumlah laporan ekonomi yang akan dirilis pekan ini dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter Federal Reserve. Data pada Jumat menunjukkan pemberi kerja di AS secara tidak terduga mengurangi 23.000 pekerjaan pada Juli. Data tersebut mendorong trader mengurangi perkiraan kenaikan suku bunga Federal Reserve pada September.

Berdasarkan CME FedWatch, trader kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September sebesar 52%.

Baca Juga: Wall Street Menguat, Saham Chip Melonjak Setelah Ketegangan AS-Iran Mereda

Sejumlah laporan kinerja kuartalan juga akan dirilis pekan ini, termasuk dari perusahaan semikonduktor Applied Materials dan pembuat peralatan jaringan Cisco.

Berdasarkan data LSEG, sekitar 85% dari 436 perusahaan dalam indeks S&P 500 yang telah melaporkan kinerja pada periode ini mencatat laba di atas ekspektasi.

Di New York Stock Exchange (NYSE), saham yang turun lebih banyak dibandingkan saham yang naik dengan rasio 1,39 berbanding 1. Sebanyak 297 saham mencatat level tertinggi baru, sementara 149 saham mencatat level terendah baru di NYSE.

Di Nasdaq, sebanyak 1.928 saham menguat dan 2.841 saham melemah. Saham yang turun lebih banyak dibandingkan saham yang naik dengan rasio 1,47 berbanding 1.

Baca Juga: Wall Street Bangkit Pasca Koreksi Tajam, Investor Pantau Ketegangan Timur Tengah

Indeks S&P 500 mencatat 20 saham yang mencapai level tertinggi baru dalam 52 minggu dan satu saham mencatat level terendah baru. Sementara itu, Nasdaq Composite mencatat 107 saham pada level tertinggi baru dan 74 saham pada level terendah baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×