kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   -30.000   -1,10%
  • USD/IDR 17.869   80,00   0,45%
  • IDX 6.172   -48,40   -0,78%
  • KOMPAS100 818   -6,94   -0,84%
  • LQ45 617   -8,31   -1,33%
  • ISSI 211   -1,14   -0,54%
  • IDX30 349   -5,96   -1,68%
  • IDXHIDIV20 427   -9,63   -2,21%
  • IDX80 93   -0,82   -0,87%
  • IDXV30 114   -1,07   -0,93%
  • IDXQ30 111   -2,80   -2,45%

Wall Street Menguat, Saham Chip Melonjak Setelah Ketegangan AS-Iran Mereda


Jumat, 19 Juni 2026 / 05:10 WIB
Diperbarui Jumat, 19 Juni 2026 / 05:12 WIB
Wall Street Menguat, Saham Chip Melonjak Setelah Ketegangan AS-Iran Mereda
ILUSTRASI. Global Markets - Wall Street (REUTERS/Lucas Jackson)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks utama Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Kamis (18/6/2026), didorong lonjakan saham sektor semikonduktor dan membaiknya sentimen investor setelah Amerika Serikat(AS) dan Iran menandatangani kesepakatan damai sementara yang meredakan kekhawatiran terhadap inflasi akibat gejolak harga energi.

Indeks Nasdaq memimpin penguatan dengan melonjak 1,91% ke level 26.517,93. Sementara itu, S&P 500 naik 1,08% ke 7.500,58 dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,14% ke 51.564,70.

Sentimen positif terutama datang dari sektor semikonduktor. Indeks Philadelphia Semiconductor melonjak 6,4%, jauh mengungguli pasar secara keseluruhan. 

Baca Juga: Wall Street Bangkit, Saham Chip Rebound di Tengah Meredanya Konflik Iran-Israel

Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan saham Intel yang ditutup naik 10,6% setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Apple sepakat bekerja sama dengan Intel untuk merancang dan memproduksi chip di Amerika Serikat.

Di sisi lain, pasar juga merespons positif perkembangan hubungan AS dan Iran. Harga minyak sempat turun ke level terendah sejak awal Maret setelah kedua negara menandatangani perjanjian sementara yang memperpanjang gencatan senjata April selama 60 hari guna memberi ruang bagi negosiasi menuju kesepakatan permanen.

Meredanya ketegangan tersebut mengurangi kekhawatiran investor terhadap inflasi yang sebelumnya meningkat akibat lonjakan harga minyak sejak perang pecah pada akhir Februari. Aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz juga mulai kembali berlangsung setelah sempat terganggu selama konflik.

"Secara keseluruhan, paket data yang ada masih mendukung pasar meskipun The Fed kini terlihat sedikit lebih hawkish," kata Chief Investment Officer SignatureFD, Tony Welch.

Baca Juga: Wall Street Menguat, Saham Chip Bangkit dan Ketegangan Timur Tengah Mereda

Penguatan pasar terjadi sehari setelah Wall Street mengalami tekanan akibat pernyataan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh yang menegaskan pentingnya pengendalian inflasi. Pernyataan itu mendorong pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga masih terbuka tahun ini.

Berdasarkan FedWatch CME Group, pelaku pasar memperkirakan peluang sekitar 50% untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September. Sementara peluang kenaikan 50 basis poin diperkirakan sekitar 20%.

Chief Equity and Macro Strategist Cantor, Eric Johnston, menilai perkembangan terbaru menunjukkan bank sentral memiliki kredibilitas yang lebih kuat dalam mengendalikan inflasi.

Dari 11 sektor utama dalam S&P 500, lima sektor berakhir di zona hijau. Sektor teknologi memimpin dengan kenaikan 2,7%, disusul sektor consumer discretionary yang naik 1,8%.

Saham-saham terkait perjalanan juga menguat seiring prospek harga bahan bakar yang lebih rendah. Kondisi tersebut mendukung kenaikan saham maskapai penerbangan dan operator kapal pesiar. Indeks Dow Jones Transport menguat 0,5%.

Baca Juga: Wall Street Lanjut Reli Jumat (29/5), Optimisme Damai AS-Iran Angkat Saham Teknologi

Sementara itu, indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 naik 2% dan mencetak rekor penutupan tertinggi baru.

Data ekonomi turut memberikan dukungan setelah Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan jumlah klaim tunjangan pengangguran mingguan menurun, mencerminkan tingkat pemutusan hubungan kerja yang masih rendah.

Meski demikian, tidak semua sektor bergerak positif. Indeks sektor perangkat lunak dan layanan S&P 500 turun 0,7% ke level terendah dalam lebih dari dua bulan setelah saham Accenture anjlok 18% akibat pemangkasan batas atas proyeksi pendapatan tahunannya.

Tekanan juga menjalar ke perusahaan sejenis. Saham Cognizant Technology Solutions, Gartner, dan IBM turun antara 4,5% hingga 10,5%.

Di sektor ritel, saham Kroger melemah 8,4% setelah perusahaan melaporkan laba kuartal pertama yang berada di bawah ekspektasi dan mempertahankan proyeksi tahunan tanpa perubahan.

Sementara itu, saham SpaceX milik Elon Musk turun 3,6% untuk hari kedua berturut-turut setelah sebelumnya mencatat reli kuat pada beberapa hari awal perdagangan pasca-debut di pasar pekan lalu.

Baca Juga: Wall Street Dibuka Menguat Pasca Perpanjangan Gencatan Senjata AS-Iran

Volume transaksi di bursa AS melonjak menjadi 33,59 miliar saham, jauh di atas rata-rata 20 hari perdagangan terakhir yang mencapai 21,83 miliar saham.

Lonjakan aktivitas ini juga dipengaruhi oleh berakhirnya kontrak derivatif saham, opsi indeks, dan kontrak berjangka secara bersamaan atau yang dikenal sebagai "triple witching", yang biasanya meningkatkan volume perdagangan dan volatilitas pasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×