kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 17.932   4,00   0,02%
  • IDX 6.196   76,78   1,25%
  • KOMPAS100 798   9,72   1,23%
  • LQ45 611   7,31   1,21%
  • ISSI 216   3,59   1,69%
  • IDX30 339   3,10   0,92%
  • IDXHIDIV20 433   3,97   0,93%
  • IDX80 91   1,16   1,28%
  • IDXV30 118   1,59   1,37%
  • IDXQ30 110   0,81   0,74%

Indah Prakasa (INPS) Akuisisi 90% TSIM, Bidik Pasar Kendaraan Roda Tiga Listrik


Selasa, 06 Oktober 2026 / 13:11 WIB
Indah Prakasa (INPS) Akuisisi 90% TSIM, Bidik Pasar Kendaraan Roda Tiga Listrik
ILUSTRASI. Indah Prakasa Sentosa (INPS) resmi mengakuisisi 90% saham PT Tri Satria Indah Motor (TSIM) senilai Rp 5,8 miliar.  (Dok/INSP)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) resmi mengakuisisi 90% saham PT Tri Satria Indah Motor (TSIM) senilai Rp 5,8 miliar. Aksi korporasi ini menjadi langkah pertama INPS setelah bertransformasi menjadi perusahaan induk atau holding pada Juni 2026.

INPS menyelesaikan akuisisi 180 saham atau setara 90% saham TSIM dari pemegang saham sebelumnya, pihak ketiga. Transaksi tersebut dilakukan berdasarkan akta jual beli saham yang ditandatangani pada 5 Oktober 2026.

TSIM merupakan perusahaan yang bergerak di sektor otomotif kendaraan roda tiga dan berbasis di Sidoarjo, Jawa Timur. Perusahaan tersebut merupakan main dealer kendaraan roda tiga merek APPKTM dengan jaringan dealer di berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga: Permohonan PKPU PTPP Terkait Utang Proyek Museum Muarajambi Dicabut

Direktur INPS Budiarto mengatakan, akuisisi TSIM menjadi langkah awal perusahaan dalam menjalankan strategi sebagai holding sekaligus masuk ke pasar kendaraan roda tiga.

“Akuisisi TSIM adalah langkah pertama INPS sebagai perusahaan induk. Kebutuhan kendaraan roda tiga di perkebunan, pertanian, dan logistik antar desa itu nyata, dan kami ingin INPS menjadi pemain terdepan di segmen ini, khususnya kendaraan listrik, secara bertahap dan terukur,” ujar Budiarto dalam keterangan resmi, Selasa (6/10/2026).

Sejak Rapat Umum Pemegang Saham pada Juni 2026, INPS menambahkan kegiatan usaha perusahaan induk ke dalam anggaran dasarnya. Kini, perusahaan memiliki entitas anak yang bergerak di bidang pergudangan, perdagangan eceran bahan bakar, serta otomotif melalui TSIM.

Dalam struktur holding tersebut, INPS sebagai perusahaan induk akan mendukung TSIM dari sisi pendanaan, tata kelola, dan pengawasan.

INPS melihat kebutuhan kendaraan roda tiga masih terbuka, terutama di sektor perkebunan dan kelapa sawit, pertanian, logistik jarak pendek dari desa ke desa, serta penyaluran rantai pasok antar desa.

Kendaraan roda tiga dinilai sesuai untuk kebutuhan tersebut karena dapat digunakan pada medan yang terbatas serta memiliki biaya operasional yang lebih hemat.

 

Atas dasar peluang tersebut, INPS menetapkan visi untuk menjadi salah satu pemain terdepan di pasar kendaraan roda tiga di Indonesia, khususnya kendaraan listrik. TSIM menjadi pijakan awal perusahaan untuk mengembangkan bisnis tersebut.

TSIM sendiri telah memperoleh sejumlah proyek pengadaan kendaraan roda tiga dan memiliki jaringan dealer di berbagai daerah. Ke depan, INPS akan mengembangkan bisnis TSIM ke arah kendaraan listrik.

Untuk mendukung rencana tersebut, INPS juga berencana menjajaki kerja sama dengan mitra dari Tiongkok. Kerja sama tersebut nantinya dapat mencakup pengembangan teknologi, komponen, hingga perakitan kendaraan roda tiga listrik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×