kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 17.911   -17,00   -0,09%
  • IDX 6.193   74,07   1,21%
  • KOMPAS100 796   7,84   0,99%
  • LQ45 608   4,93   0,82%
  • ISSI 217   4,59   2,15%
  • IDX30 337   1,37   0,41%
  • IDXHIDIV20 431   1,76   0,41%
  • IDX80 91   0,94   1,05%
  • IDXV30 118   1,35   1,16%
  • IDXQ30 110   0,20   0,18%

Bayan (BYAN) Ubah Perjanjian dengan Haji Isam, Saham yang Dialihkan Bertambah


Selasa, 06 Oktober 2026 / 18:32 WIB
Bayan (BYAN) Ubah Perjanjian dengan Haji Isam, Saham yang Dialihkan Bertambah
ILUSTRASI. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) (Dok/BYAN)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengumumkan perubahan atas perjanjian jual beli saham bersyarat dengan perusahaan milik Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, yakni PT Jhonlin Baratama. 

Melansir keterbukaan informasi yang dirilis pada Selasa (6/10), perubahan mencakup jumlah saham biasa BYAN yang akan dialihkan kepada pembeli dari yang semula sebanyak 10 miliar saham berubah menjadi 10,08 miliar saham.

Perubahan perjanjian tersebut telah ditandatangani pada 1 Oktober 2026 oleh Dato’ Low Tuck Kwong dan Elaine Low bersama pembeli. Perjanjian jual beli saham bersyarat tersebut sebelumnya ditandatangani pada 16 September 2026.

Baca Juga: Minat Investasi Global Naik, Pengguna Saham AS Ajaib Tumbuh 2,5 Kali

Direktur Bayan Resources Jenny Quantero menyampaikan setelah transaksi selesai dan seluruh persyaratan pendahuluan terpenuhi, PT Jhonlin Baratama. akan memiliki 10,084 miliar saham biasa BYAN.

“Setelah penyelesaian transaksi dan terpenuhinya seluruh syarat pendahuluan, PT Jhonlin Baratama akan memiliki 10,08 miliar saham biasa BYAN,” tulisnya dalam keterbukaan informasi yang dirilis Selasa (6/10/2026). 

Jenny menyatakan perubahan perjanjian jual beli saham tersebut tidak menimbulkan dampak material negatif terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha.

Sebelumnya, Bloomberg melaporkan nilai transaksi yang dikaitkan dengan rencana tersebut sekitar US$ 3 miliar. Dengan asumsi kurs Rp 17.500 per dolar AS, nilai tersebut setara sekitar Rp 52,5 triliun. 

Namun, angka US$ 3 miliar tersebut bukan nilai transaksi resmi yang telah diumumkan dalam keterbukaan informasi BYAN. Perusahaan sejauh ini belum mengungkapkan nilai jual beli 10 miliar saham tersebut. 

Adapun jika menggunakan angka US$ 3 miliar sebagai acuan, nilainya jauh lebih rendah dibandingkan kapitalisasi pasar BYAN yang berada di kisaran US$ 26 miliar. 

Selasa (5/10/2026), harga saham BYAN naik 9,8% di level Rp 13.450 per saham. Dalam lima hari saham BYAN telah naik 12,55%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×