kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.677.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.823   -19,00   -0,11%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Virus corona bikin supply dan demand batubara jadi tidak stabil


Rabu, 05 Februari 2020 / 19:54 WIB
ILUSTRASI. Kapal tongkang pengangkut batubara melintas di Sungai Musi, Palembang,Sumatera Selatan, Rabu (15/1/2020). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan produksi batubara nasional tahun 2020 dapat menembus angka 550 juta ton. ANTARA FOTO/No


Reporter: Muhammad Kusuma | Editor: Yudho Winarto

Direktur TRFX Berjangka Ibrahim mengatakan virus corona menjadi penyebab tertekannya batubara. Virus corona membawa kekhawatiran kepada pasar komoditas menyebabkan harga menjadi tertekan.

“Virus corona membuat perekonomian di China mati. Hal ini membuat pabrik berhenti di operasi. Padahal batubara menjadi bahan baku pembuatan baja,” terangnya pada Kontan.co.id Rabu (4/2).

Baca Juga: Tahun ini, Adaro Energy (ADRO) perkuat potensi bisnis yang ada

Virus Corona membuat supply dan demand batubara menjadi tidak stabil. Dengan terhambatnya perekonomian China, demand terhadap batubara menjadi menurun. Selain itu, ketika harga batubara melejit terlalu tinggi konsumen akan beralih kepada produk substitusi batubara seperti gas alam.

Kemudian, musim dingin di negara-negara barat yang mulai berakhir juga mendorong ketidakstabilan permintaan batubara di akhir bulan.

Wahyu memperkirakan harga batubara sepanjang tahun masih akan terancam pelemahan. Menurutnya, belum ada kepastian terhadap permintaan batubara serta produk substitusi yang lebih murah akan menjadi faktor yang mengancam harga batubara.

Wahyu memperkirakan pergerakan batubara akan mirip dengan tahun lalu di rentang US$ 70 hingga US$ 75 per ton hingga akhir tahun.

Berbeda dengan Wahyu, Ibrahim optimistis harga batubara masih dapat naik lebih tinggi. Menurutnya, batubara akan bergerak di rentang US$ 55 hingga US$ 80 per tonnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×