CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.600.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

UPDATE-Wall Street Bangkit, Tapi Ada Ancaman Besar dari The Fed


Jumat, 11 September 2026 / 23:44 WIB
UPDATE-Wall Street Bangkit, Tapi Ada Ancaman Besar dari The Fed
ILUSTRASI. USA-STOCKS/HEALTHCARE (REUTERS/Andrew Kelly)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Amerika Serikat (AS) kembali menguat pada perdagangan Jumat (11/9/2026), setelah penurunan harga minyak memberikan sedikit kelegaan bagi investor.

Namun, risiko inflasi dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) masih membayangi pasar.

Kenaikan tersebut membawa Wall Street menuju penutupan positif setelah mengalami pekan yang cukup berat. Investor sebelumnya tertekan oleh perubahan ekspektasi suku bunga, konflik yang semakin intensif di Timur Tengah serta imbal hasil US Treasury yang tinggi.

Baca Juga: WIKA Gagal Bayar Surat Utang Jatuh Tempo 8 September, Manajemen Akui & Cari Jalan

Melansir Reuters pada pukul 11.52 waktu setempat, Dow Jones Industrial Average naik 530,49 poin atau 1,02% menjadi 52.593,73. S&P 500 menguat 79,68 poin atau 1,05% ke 7.671,38, sedangkan Nasdaq Composite naik 318,32 poin atau 1,22% menjadi 26.400,04.

"Setelah beberapa hari berada dalam posisi defensif, pergerakan hari ini terlihat seperti kembali menuju rata-rata. Pasar mungkin sempat berada dalam kondisi oversold dan sekarang kita melihat sebagian dari posisi tersebut mulai dilepas," kata Andre Bakhos, managing member di Ingenium Analytics.

Meski demikian, sentimen investor masih dibayangi data inflasi terbaru AS. Indeks Harga Konsumen (CPI) naik 0,4% pada Agustus, setelah hanya meningkat 0,1% pada Juli.

Secara tahunan, inflasi konsumen AS mencapai 3,4% pada Agustus, sama dengan laju inflasi pada Juli.

Data tersebut muncul sehari setelah indeks harga produsen (PPI) AS juga menunjukkan kenaikan yang sedikit lebih tinggi dari perkiraan. Kondisi ini kembali meningkatkan perhatian investor terhadap arah kebijakan moneter The Fed.

Baca Juga: Yield Treasury Nyaris 5%, Wall Street Bersiap Hadapi Kenaikan Bunga The Fed

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini melihat probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan berikutnya mencapai 87%, naik dari sekitar 70% sebelum data CPI dirilis.

"Angka hari ini tidak cukup untuk membuat investor berbondong-bondong keluar dari pasar," ujar Kim Forrest, chief investment officer Bokeh Capital Partners. Menurut dia, penurunan pasar pada Kamis kemungkinan sudah berlebihan.

Sementara itu, Said Haidar, pendiri Haidar Capital Management, menilai The Fed perlu merespons tekanan inflasi dalam waktu dekat untuk mencegah terulangnya periode inflasi tinggi seperti pada 1970-an.

Di tengah kekhawatiran tersebut, penurunan harga minyak memberikan ruang bernapas bagi pasar saham.

Harga minyak mentah Brent turun sekitar 3%, meski masih bertahan di atas US$104 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga turun sekitar 3% dan mendekati level US$100 per barel.

Baca Juga: IHSG Turun 0,72% ke 6.541, Cermati Saham yang Banyak Diborong Asing di Akhir Pekan

Dari pergerakan sektoral, 10 dari 11 sektor utama S&P 500 berada di zona hijau. Sektor jasa komunikasi dan teknologi memimpin penguatan.

Saham Dell Technologies melonjak lebih dari 11% dan mencetak rekor tertinggi. Hewlett Packard Enterprise (HPE) naik hampir 10%, sementara HP Inc. menguat sekitar 7% setelah hasil kinerja Oracle memberikan sentimen positif terhadap saham teknologi.

Saham Oracle sendiri naik hampir 1% setelah membukukan hasil kuartalan di atas ekspektasi. Kinerja tersebut turut meredakan kekhawatiran investor bahwa investasi besar perusahaan di bidang kecerdasan buatan (AI) belum menghasilkan imbal hasil.

Di sisi lain, saham ACV Auctions melesat 44% setelah Copart sepakat mengakuisisi perusahaan lelang kendaraan daring tersebut dalam transaksi senilai hampir US$1,9 miliar.

Meski Wall Street menguat pada Jumat, kinerja mingguan masih berada di bawah tekanan. Dow Jones berada di jalur menuju penurunan mingguan terdalam sejak Maret, sementara S&P 500 dan Nasdaq berpotensi mengakhiri tren penguatan selama dua pekan berturut-turut.

Indeks volatilitas CBOE atau VIX, yang kerap disebut sebagai indikator ketakutan Wall Street, turun 2,08 poin menjadi 15,76.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×