CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.600.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

IHSG Terkoreksi 1,43% di Pekan Ini, Simak Proyeksi di Pekan Depan


Jumat, 11 September 2026 / 19:36 WIB
IHSG Terkoreksi 1,43% di Pekan Ini, Simak Proyeksi di Pekan Depan
ILUSTRASI. IHSG ditutup melemah 0,73% ke 6.541,38 pada Jumat (11/9/2026) dan membuatnya melemah 1,43% sepanjang pekan ini (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Yasmine Awalia | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi sebesar 1,43% sepanjang pekan ini. Hal tersebut terjadi setelah IHSG ditutup melemah 0,73% atau 47,96 poin menjadi 6.541,38 pada hari ini (11/9/2026). 

Meski dibayangi tekanan jual, analis menilai pergerakan indeks masih berpeluang berbalik menguat pada pekan depan, meski cenderung terbatas.

Analis menilai koreksi yang terjadi pada akhir pekan masih tergolong sehat karena IHSG mampu bertahan di atas level psikologis 6.500. Pergerakan tersebut juga dinilai lebih dipengaruhi oleh faktor teknikal.

Baca Juga: Bitcoin dan Ethereum Terkoreksi, Ini Sentimen yang Patut Dicermati Investor

“Terjadi koreksi sehat di akhir pekan, masih bagus karena IHSG bertahan di atas 6.500,” ujar Praktisi Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto

Menurutnya, sentimen yang paling dominan sepanjang pekan berasal dari technical rebound pada sejumlah saham sektor tambang, energi, serta saham yang berkaitan dengan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

Untuk perdagangan pekan depan, ia memperkirakan IHSG berpeluang mengalami rebound meski masih terbatas. IHSG diproyeksikan memiliki level support di 6.500 dan resistance di 6.642. Dari sisi sektoral, sektor energi masih menjadi salah satu sektor yang menarik untuk dicermati.

Sementara itu, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, koreksi IHSG sepanjang pekan ini disertai dengan munculnya tekanan jual.

Salah satu katalis dominan yang memengaruhi pasar adalah kenaikan harga minyak mentah dunia yang menembus US$ 100 per barel akibat eskalasi konflik di Timur Tengah dan serangan terhadap infrastruktur energi di Arab Saudi.

Tekanan tersebut turut diperkuat oleh data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat (AS) yang meningkat 0,4% secara bulanan dan 5,4% secara tahunan. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran investor terhadap kemungkinan sikap hawkish Federal Reserve (The Fed) dalam menentukan kebijakan suku bunga.

Di sisi lain, rilis data cadangan devisa Indonesia dianggap masih menjadi bantalan bagi pergerakan IHSG. Nilai tukar rupiah juga tercatat menguat terhadap dolar AS sepanjang pekan usai di tutup di level Rp 17.611 per dolar AS.

Baca Juga: BUMA Internasional (DOID) Berpotensi Kantongi Dividen Khusus Asiamet US$ 41 Juta

“Pada sepekan ke depan, kami perkirakan IHSG berpeluang menguat dengan kecenderungan terbatas,” kata Herditya.

Ia memproyeksikan, IHSG memiliki level support di 6.440 dan resistance di 6.623 pada pekan depan. Investor juga akan mencermati hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) terkait arah suku bunga The Fed, terutama setelah kenaikan harga energi dan rilis data PPI AS.

Selain itu, pergerakan rupiah terhadap dolar AS serta aliran dana asing di pasar saham domestik juga diperkirakan menjadi sentimen yang perlu diperhatikan.

Untuk pilihan saham, Herditya merekomendasikan investor mencermati saham ADMR pada rentang Rp 1.710-Rp 1.765, INET di kisaran Rp 366 - Rp 400, serta NCKL pada rentang Rp 980- Rp 1.060.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×