CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.600.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Tertekan Sentimen Global, Intip Pergerakan Rupiah Sepekan dan Proyeksinya


Jumat, 11 September 2026 / 17:43 WIB
Tertekan Sentimen Global, Intip Pergerakan Rupiah Sepekan dan Proyeksinya
ILUSTRASI. Rupiah Kembali Melemah (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah bergerak dalam pola tarik-menarik antara tekanan global dan penopang domestik selama sepekan terakhir.

Mengutip data Bloomberg pada Jumat (11/9/2026), rupiah berada di level Rp 17.611 per dolar AS atau melemah 64 poin (0,36%) dibanding hari sebelumnya, serta terdepresiasi 31 poin (0,18%) dari posisi Jumat (4/9/2026) yang berada di level Rp 17.642 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia mencatat rupiah di Rp 17.611 per dolar AS pada Jumat (11/9/2026), melemah 75 poin (0,43%) dari Rp 17.536 per dolar AS pada Kamis (10/9), serta terdepresiasi 25 poin (0,14%) dibanding posisi Jumat (4/9) di Rp 17.636 per dolar AS. 

Ekonom Universitas Andalas, Syafruddin Karimi menjelaskan bahwa selama sepekan ini, pergerakan rupiah tertekan oleh penilaian ulang pasar terhadap peluang kenaikan suku bunga The Fed akibat rilis Indeks Harga Produsen (PPI) AS Agustus yang naik 5,4% year-on-year (YoY) serta lonjakan harga minyak mentah Brent di atas US$ 100 per barel.

Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 17.611 Per Dolar AS Hari Ini (11/9), Terlemah di Asia

Risiko kenaikan biaya impor migas, inflasi energi, dan potensi pelebaran defisit transaksi berjalan berpadu dengan penguatan dolar AS serta tingginya imbal hasil US Treasury. 

Meski dihantam shock eksternal, pelemahan rupiah berhasil tertahan berkat bantalan indikator domestik.

Posisi cadangan devisa Agustus 2026 yang kuat di level US$ 146,5 miliar serta berlanjutnya aksi beli investor asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN) menjadi penopang utama daya tahan mata uang Garuda. 

"Jadi, sentimen utama pekan ini bukan hanya risiko global, melainkan adu kuat antara shock eksternal dan carry domestik," ujar Syafruddin kepada Kontan, Jumat (11/9/2026).

Baca Juga: Rupiah Tertekan 0,28% ke Rp 17.580, Jadi Salah Satu Mata Uang Asia yang Melemah

Menurutnya, tingkat suku bunga BI Rate sebesar 5,75% dan yield SBN yang menarik masih memberi ruang carry trade bagi modal asing, meski volatilitas pasar global tetap berisiko tergerus dalam waktu singkat. 

Untuk sepekan ke depan, pergerakan rupiah akan digerakkan oleh tiga simpul utama, yakni rilis data inflasi (CPI) AS, rilis hasil rapat FOMC The Fed, dan dinamika harga minyak.

Syafruddin memproyeksikan pergerakan rupiah untuk periode 11–18 September 2026 bergerak realistis di rentang Rp 17.400–Rp 17.850 per dolar AS, dengan area perdagangan utama pada Rp 17.450–Rp 17.700 per dolar AS.

"Jika CPI AS tinggi, FOMC hawkish, Brent bertahan di atas US$105, dan arus SBN berbalik keluar, USD/IDR dapat menguji Rp 17.850-Rp 18.000," tutup Syafruddin.

Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp 17.622 Per Dolar AS di Tengah Hari Ini (11/9), Terlemah di Asia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×