kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Tengok proyeksi pengaruh sentimen hasil pemilu AS ke emas dan pasar obligasi


Senin, 02 November 2020 / 07:45 WIB


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Yudho Winarto

Baca Juga: Turun tipis sepanjang Oktober, harga emas punya peluang naik lagi

Stevan memperkirakan jika Biden menang maka yield US Treasury naik. Dampaknya, hal tersebut menjadi sentimen negatif bagi pasar obligasi beberapa negara Asia.

Sedangkan, perkembangan persetujuan stimulus AS juga patut dicermati. Siapa pun presidennya jika stimulus cair maka pasar obligasi akan menerima sentimen positif.

Sementara, di pasar mata uang, pairing USD/IDR memberikan imbal hasil 5% ytd. Susanto mengatakan sentimen yang menggerakkan mata uang sama, yaitu perkembangan pandemi dan vaksin.

Bila vaksin ditemukan lebih cepat dari ekspektasi maka aliran foregin direct investment akan mulai masuk ke Indonesia. Dengan begitu rupiah bisa menguat.

Namun, bila penanganan virus dan vaksin lebih lama dari ekspektasi pasar maka rupiah berpotensi melemah kembali. Dalam Sebulan terakhir rupiah tercatat melemah 2% terhadap dollar AS.

Stevan menambahkan selama cadangan devisa negara dipertahankan di level US$ 135 miliar seperti di September 2020, maka pergerakan rupiah akan lebih stabil dari pada tahun-tahun sebelumnya.

"Bila keadaan kembali normal, rupiah berpeluang untuk berangsur-angsur menguat, walaupun masih akan dijaga BI," kata Stevan.

Selanjutnya: Menguat 5,30% sepanjang Oktober, begini prospek IHSG pada November 2020

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×