kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Suku Bunga Rendah, Obligasi Korporasi Lebih Diminati Dibanding Rights Issue?


Rabu, 12 Februari 2025 / 20:33 WIB
Suku Bunga Rendah, Obligasi Korporasi Lebih Diminati Dibanding Rights Issue?
ILUSTRASI. Dalam kondisi ketidakpastian ekonomi global seperti saat ini, akan lebih baik bagi korporasi menerbitkan surat utang di tengah pelonggaran moneter


Reporter: Melysa Anggreni | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebijakan ekspansif BI dalam menurunkan suku bunga membawa angin segar bagi pasar obligasi domestik. 

Data Pefindo mencatat terdapat penerbitan obligasi korporasi dan sukuk sepanjang Januari 2025 mencapai Rp 8,6 triliun, naik dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 6,0 triliun.

Perbandingan angka ini menunjukan adanya demand & supply yang tinggi di pasar obligasi domestik.

“Penurunan BI rate dan ketidakpastian pasar global membuat pasar obligasi selangkah lebih maju dibandingkan dengan instrument saham,” ujar Head of Fixed Income PT Anugerah Sekuritas Indonesia Ramdhan Ario Murato kepada Kontan.co.id, Rabu (12/2). 

Baca Juga: Pefindo Prediksi Penerbitan Surat Utang Korporasi Tahun Ini Capai Rp 155,53 Triliun

Senada, Kepala Divisi Pemeringkatan Non-Jasa Keuangan 2 Pefindo, Yogie Surya Perdana  mengatakan, dalam kondisi ketidakpastian ekonomi global seperti saat ini, akan lebih baik bagi korporasi menerbitkan surat utang di tengah pelonggaran moneter.

Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 14 – 15 Januari 2025 memutuskan untuk menurunkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%. Menurut Ramdhan, ini adalah momentum yang baik untuk korporasi menerbitkan surat utang dengan cost of fund yang lebih rendah.

Catatan Pefindo menunjukan bahwa adanya agenda Refinancing sebesar 162 triliun ditahun 2025 menjadi salah satu faktor penting penerbitan obligasi di tahun ini. 

Pefindo memperkirakan, penerbitan surat utang baru tahun ini akan berkisar Rp 139,29 – Rp 155,43 triliun, dengan titik tengah ada Rp 143,91 triliun.

Baca Juga: Sentimen Global Masih Negatif, Pergerakan SBN Berpotensi Volatil, Rabu (12/2)

“Perkiraan saya pasar kita memang masih didominasi oleh SBN, kemungkinan obligasi korporasi berada di rentang 25% - 30%.” ujar Nanang. 

Meskipun demikian, pasar obligasi korporasi banyak dilirik oleh investor. Hal ini dapat dilihat dari tingginya permintaan obligasi korporasi di tengah lesunya pasar saham.

Melansir dari laman Pefindo, PT. Indosat Tbk (ISAT) yang mendapatkan rating AAA pada produk obligasi berkelanjutan III Indosat Tahap I Tahun 2019 Seri E memiliki yield 10,35% dengan tempo waktu 10 tahun. 
Selain itu, pada tempo waktu yang sama, obligasi berkelanjutan III tahap III Tahun 2019 Seri E yang mendapatkan rating AAA berkisar pada yield 10,0%.

Maraknya peluang pada pasar obligasi yang cukup menjanjikan, ditambah dengan kebutuhan dana korporasi membuat emiten banyak menerbitkan surat utang. 

“Lebih karena cost of fund yang mulai turun dan pasar yang sedang tumbuh dinamis. Kedua faktor itu yang paling signifikan menimbulkan keinginan para emiten untuk mencari peluang sumber pendanaan yang lebih besar," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×