kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.080   20,00   0,11%
  • IDX 5.388   59,54   1,12%
  • KOMPAS100 697   10,48   1,53%
  • LQ45 545   8,81   1,64%
  • ISSI 183   1,92   1,06%
  • IDX30 305   4,36   1,45%
  • IDXHIDIV20 400   6,31   1,60%
  • IDX80 80   1,24   1,57%
  • IDXV30 111   1,31   1,20%
  • IDXQ30 101   1,89   1,91%

Simak Rekomendasi Saham Chandra Asri Pacific (TPIA) yang Gencar Diversifikasi Bisnis


Jumat, 23 Oktober 2026 / 05:20 WIB
Simak Rekomendasi Saham Chandra Asri Pacific (TPIA) yang Gencar Diversifikasi Bisnis
ILUSTRASI. Analis memberikan rekomendasi saham Chandra Asri Pacific (TPIA) yang makin giat lakukan diversifikasi bisnis (TPIA/Pabrik Chandra Asri Pacific (TPIA))


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) makin gencar lakukan diversifikasi dan ekspansi anorganik. Hal tersebut menjadi katalis positif bagi pertumbuhan jangka panjang, meski volatilitas pasar dan risiko beban keuangan tetap membayangi profitabilitas.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, manuver ekspansi anorganik dan diversifikasi ke empat pilar utama mampu menopang kinerja TPIA hingga akhir 2026.

Keempat pilar tersebut, yang meliputi petrokimia, energi, infrastruktur, dan mobilitas, diharapkan dapat memangkas ketergantungan perseroan terhadap siklus industri petrokimia yang kerap berfluktuasi.

Akuisisi saham minoritas di Changi Airport Fuel Hydrant Installation Pte Ltd (CAFHI) melalui Aster Chemicals and Energy Pte Ltd merupakan salah satu langkah strategis perseroan untuk meraup pendapatan yang lebih stabil dari infrastruktur distribusi bahan bakar penerbangan.

Baca Juga: Jasa Marga (JSMR) Berencana Buyback Saham, Begini Prospeknya

Optimalisasi fasilitas pengolahan serta peningkatan efisiensi hasil konsolidasi bisnis, termasuk pengembangan jaringan SPBU Esso, diyakini mampu memperkuat arus kas dan EBITDA TPIA.

"Investor perlu mencermati bahwa kenaikan pendapatan tidak selalu diikuti peningkatan laba bersih dengan laju yang sama, karena profitabilitas tetap dipengaruhi oleh margin petrokimia, biaya bahan baku, beban operasional, dan biaya pendanaan," terang Nafan kepada Kontan, Kamis (22/10/2026)

Hal tersebut menegaskan bahwa realisasi kinerja keuangan ke depan akan sangat bergantung pada efektivitas sinergi dari pengelolaan aset-aset baru tersebut.

Di sisi lain, laju pertumbuhan perusahaan juga tidak lepas dari berbagai tantangan makroekonomi, terutama ketidakpastian permintaan global serta tekanan kelebihan kapasitas produksi petrokimia di wilayah Asia yang menekan harga jual.

Fluktuasi harga minyak mentah bagaikan pisau bermata dua; di satu sisi mendongkrak pendapatan segmen energi, namun di sisi lain berisiko melambungkan biaya persediaan dan kebutuhan modal kerja.

Baca Juga: Saham TBS Utama (TOBA) Melonjak 24%, HPS-BlackRock Siapkan Investasi S$ 555 Juta

Terkait manuver perseroan ini, rasio utang bersih (net gearing) yang berada di level 51% turut menjadi sorotan utama di tengah upaya menjaga fleksibilitas kas.

"Rasio net gearing sebesar 51% juga perlu diperhatikan karena ekspansi yang terlalu agresif berpotensi meningkatkan beban bunga dan risiko keuangan, meskipun perusahaan memiliki posisi kas yang kuat," ujar Nafan.

Oleh sebab itu, disiplin alokasi modal, pengendalian utang, dan efisiensi operasional menjadi kunci utama agar aset baru dapat memberikan kontribusi nyata terhadap arus kas dan nilai tambah bagi pemegang saham.

 

Berdasarkan tinjauan atas prospek fundamental dan tantangan industri tersebut, Nafan merekomendasikan accumulative buy untuk saham TPIA dengan target harga Rp 2.250 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×