Reporter: Shabrina Almaira | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (22/10/2026). Meski sempat tertekan hingga level 5.247, IHSG berhasil ditutup naik 1,12% atau 59,54 poin ke posisi 5.387,90.
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, penguatan IHSG ditopang oleh saham-saham sektor energi dan transportasi yang mencatatkan kenaikan terbesar. Sebaliknya, sektor teknologi menjadi satu-satunya sektor yang berakhir di zona merah.
Penguatan tersebut memperpanjang tren pemulihan IHSG menjadi tiga hari perdagangan berturut-turut setelah indeks mengalami tekanan jual pada akhir pekan lalu dan awal pekan ini.
Meski demikian, pelaku pasar masih menghadapi sejumlah tantangan dari pasar global. Mayoritas indeks bursa Asia ditutup melemah akibat tekanan pada saham sektor teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Baca Juga: BEI Keluarkan Saham HSC dan Papan Akselerasi dari IHSG, Mampukan Meyakinkan MSCI?
Di pasar komoditas, harga minyak mentah Brent melanjutkan penguatan ke kisaran US$ 112 per barel. Kenaikan ini seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi eskalasi konflik di Timur Tengah.
Sementara itu, nilai tukar rupiah bergerak melemah 0,10% ke kisaran Rp 18.050 per dolar Amerika Serikat (AS). Pergerakan rupiah dan kenaikan harga minyak menjadi sejumlah faktor eksternal yang perlu dicermati investor di tengah ketidakpastian global.
Alrich mengingatkan investor agar tetap mewaspadai potensi aksi ambil untung atau profit taking pada akhir pekan. Menurut dia, ketidakpastian di pasar global berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG meskipun indeks telah mencatatkan penguatan selama tiga hari berturut-turut.
“Secara teknikal, IHSG berpeluang menguji level resistance 5,400 dan perlu bertahan di atas level tersebut untuk melanjutkan penguatan. Sedangkan level 5,300 menjadi support terdekat yang dicermati untuk menjaga momentum positif dan mengantisipasi potensi tekanan jual,” ujar Alrich.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














