Penulis: Bimo Adi Kresnomurti | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Saham PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) menjadi perhatian investor. Muncul kabar bahwa CIMB Group Holdings Bhd., induk usaha asal Malaysia, tengah mempertimbangkan opsi penghapusan pencatatan saham atau delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
Rencana tersebut berkaitan dengan upaya memenuhi ketentuan minimum saham beredar di publik (free float).
Mengutip laporan Kontan.co.id, CIMB Investment Bank menyebutkan beberapa alternatif yang dapat ditempuh, mulai dari penempatan saham kepada investor strategis, penawaran saham kembali melalui re-IPO, hingga privatisasi.
Baca Juga: Berencana Delisting dan Go Private, Intip Profil Emiten IPAC dan Aksi Korporasinya
Opsi privatisasi dinilai lebih realistis dalam kondisi pasar modal saat ini, tetapi belum menjadi keputusan final. Manajemen CIMB Niaga menyatakan masih mengkaji sejumlah alternatif dan berkomitmen mematuhi peraturan yang berlaku.
Di tengah kabar tersebut, investor perlu mencermati profil usaha BNGA yang tengah dalam kinerja saham positif pekan ini.
Melansir data IPOT, saham BNGA alami kenaikan 2,03% ke Rp1.760/saham pada sesi 1 Kamis (22/10). Bahkan, hitungan sepekan saham bank ini telah naik dalam rentang 4-5%.
Lalu, seperti apa profil emiten ini? Cek kinerja emiten perbankan ini.
Baca Juga: BREN Mulai Buyback Saham Rp1 Triliun, Intip Profil Emiten dan Kinerja Terkini
Profil PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA)
PT Bank CIMB Niaga Tbk. merupakan salah satu bank swasta terbesar di Indonesia. Perusahaan menjalankan kegiatan usaha perbankan konvensional dan syariah, dengan layanan untuk nasabah individu, usaha kecil dan menengah (UKM), perusahaan komersial, hingga korporasi besar.
CIMB Niaga merupakan bagian dari CIMB Group, grup jasa keuangan yang berbasis di Malaysia dan memiliki jaringan bisnis di kawasan ASEAN. Di Indonesia, bank ini mengembangkan bisnis melalui penghimpunan dana masyarakat, penyaluran kredit, layanan transaksi, pengelolaan kekayaan, serta ekosistem digital.
BNGA tercatat di BEI dan menjadi salah satu saham sektor perbankan yang dapat diperdagangkan investor publik. Meski demikian, sebagian besar kepemilikannya berada di tangan grup pengendali, sehingga porsi saham yang tersedia untuk publik relatif terbatas.
Baca Juga: Segera Right Issue 15 Miliar Saham Baru, Intip Profil Emiten VKTR dan Kinerja Terbaru
Lini Bisnis BNGA
Kegiatan usaha CIMB Niaga tidak hanya mengandalkan kredit konvensional, tetapi juga mencakup sejumlah segmen yang mendukung diversifikasi pendapatan.
| Lini bisnis | Kegiatan utama |
|---|---|
| Consumer Banking | Tabungan, deposito, kartu, kredit pemilikan rumah, kredit kendaraan, serta layanan perbankan individu. |
| Commercial Banking | Pembiayaan dan layanan transaksi untuk perusahaan menengah dan pelaku usaha komersial. |
| Corporate Banking | Pembiayaan korporasi, layanan transaksi perusahaan, pengelolaan kas, serta kebutuhan keuangan perusahaan besar. |
| UKM | Pembiayaan dan layanan perbankan bagi usaha kecil dan menengah. |
| Wealth Management | Pengelolaan kekayaan dan solusi investasi bagi nasabah, termasuk segmen berpenghasilan menengah atas. |
| Transaction Banking | Layanan pembayaran, pengelolaan kas, dan transaksi keuangan untuk individu maupun perusahaan. |
| Perbankan Syariah | Produk simpanan, pembiayaan, dan layanan berbasis prinsip syariah melalui unit usaha syariah. |
| Perbankan Digital | Pengembangan layanan transaksi dan pengalaman nasabah melalui kanal digital. |
CIMB Niaga juga menempatkan konektivitas ASEAN sebagai salah satu keunggulan bisnis, terutama untuk mendukung kebutuhan nasabah korporasi dan transaksi lintas negara.
Strategi perusahaan mencakup pertumbuhan kredit berkualitas, penguatan dana murah, peningkatan pendapatan nonbunga, serta pengembangan layanan pengelolaan kekayaan dan transaksi.
Baca Juga: Raffi Ahmad dan Nagita Caplok 61,85% Saham VISI, Intip Profil Emiten dan Kinerjanya
Manajemen dan Pengendali BNGA
Berdasarkan informasi perusahaan dan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada April 2026, berikut sejumlah nama dalam jajaran manajemen CIMB Niaga.
1. Direksi
| Nama | Jabatan |
|---|---|
| Lani Darmawan | Presiden Direktur |
| Lee Kai Kwong | Direktur |
| John Simon | Direktur |
| Fransiska Oei | Direktur merangkap Direktur Kepatuhan |
| Henky Sulistyo | Direktur |
| Joni Raini | Direktur |
| Rusly Johannes | Direktur |
| Noviady Wahyudi | Direktur |
| Rico Usthavia Frans | Direktur |
| Budiman Tanjung | Direktur |
Susunan tersebut perlu dibaca dengan memperhatikan catatan perubahan yang berlaku setelah RUPST, termasuk pengangkatan yang masih menunggu persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) apabila dipersyaratkan. Informasi terbaru dapat diperiksa melalui laman tata kelola dan hubungan investor perseroan.
2. Dewan Komisaris
| Nama | Jabatan |
|---|---|
| Didi Syafruddin Yahya | Presiden Komisaris |
| Glenn Muhammad Surya Yusuf | Wakil Presiden Komisaris Independen |
| Sri Widowati | Komisaris Independen |
| Farina J. Situmorang | Komisaris Independen |
| Dody Budi Waluyo | Komisaris Independen |
| Vera Handajani | Komisaris |
| Novan Amirudin | Komisaris |
Sementara itu, CIMB Group Sdn Bhd merupakan pemegang saham pengendali BNGA. Kepemilikan mayoritas ini membuat keputusan strategis mengenai struktur modal dan status pencatatan saham perlu mempertimbangkan kepentingan grup sekaligus hak pemegang saham minoritas.
Baca Juga: CDIA Segera Bagi Dividen Interim, Intip Profil Emiten & Kinerja Terbaru
Struktur Kepemilikan Saham BNGA dan Free Float
Salah satu persoalan yang melatarbelakangi kabar delisting BNGA adalah rendahnya porsi saham yang beredar di publik.
Berdasarkan data kepemilikan periode September 2026, CIMB Group Sdn Bhd menguasai sekitar 91,5% saham BNGA, sedangkan PT Commerce Capital memiliki sekitar 1%. Porsi free float tercatat sekitar 7,5%.
| Pemegang saham | Persentase kepemilikan |
|---|---|
| CIMB Group Sdn Bhd | Sekitar 91,5% |
| PT Commerce Capital | Sekitar 1,0% |
| Saham publik atau free float | Sekitar 7,5% |
| Total | 100% |
Untuk angka resmi terkini, investor perlu merujuk pada laporan registrasi pemegang efek dan komposisi pemegang saham perseroan.
Dengan jumlah saham ditempatkan dan disetor sekitar 25,13 miliar lembar, porsi free float 7,5% setara dengan sekitar 1,88 miliar lembar saham. Sementara itu, mayoritas saham berada dalam penguasaan pemegang saham pengendali.
Baca Juga: Rambah AI Data Center, Intip Profil Emiten MGLV, Lini Bisnis, dan Kinerja Terkini
Mengapa Free Float BNGA Memicu Kabar Delisting?
Berdasarkan data 21 Oktober 2026, ketentuan BEI mengenai peningkatan minimum free float menjadi salah satu faktor utama yang mendorong CIMB Group mengevaluasi pilihan strategis bagi BNGA.
Porsi saham publik sekitar 7,5%, lebih rendah dibandingkan target yang harus dipenuhi secara bertahap. CIMB Investment Bank menyebut tiga opsi utama untuk menangani persoalan tersebut.
- Penempatan saham kepada investor strategis: Pemegang saham pengendali dapat melepas sebagian saham kepada investor baru sehingga kepemilikan publik bertambah, dengan mempertimbangkan harga dan valuasi yang dapat diterima.
- Re-IPO atau penawaran saham kembali: Perusahaan dapat mempertimbangkan penawaran saham kepada publik, meskipun opsi ini dinilai menghadapi tantangan di tengah kondisi pasar modal.
- Privatisasi atau go private: Perusahaan dapat menempuh proses keluar dari bursa sesuai ketentuan yang berlaku, dengan memperhatikan hak pemegang saham minoritas dan persyaratan regulator.
Baca Juga: Saham SMRA Bangkit Usai Tertekan, Intip Profil Emiten dan Kinerja Terbarunya
Kinerja Terbaru BNGA Semester I 2026
Di luar isu free float, fundamental usaha menjadi faktor penting dalam menilai BNGA. Laporan resmi CIMB Niaga untuk semester I 2026 menunjukkan pertumbuhan kredit, dana murah, dan pendapatan operasional dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berikut sejumlah indikator kinerja perseroan per 30 Juni 2026.
| Indikator | Semester I 2026 |
|---|---|
| Total aset konsolidasian | Rp382,0 triliun |
| Total kredit dan pembiayaan | Rp247,2 triliun |
| Dana pihak ketiga (DPK) | Rp269,3 triliun |
| CASA | Rp193,1 triliun |
| Laba sebelum pajak | Rp4,3 triliun |
| Pendapatan operasional | Tumbuh 6,8% secara tahunan |
| Laba operasional sebelum pencadangan | Tumbuh 6,5% secara tahunan |
| Rasio NPL bruto | 1,83% |
| Capital adequacy ratio (CAR) | 23,5% |
| Loan to deposit ratio (LDR) | 90,4% |
| Laba per saham (EPS) | Rp136,67 |
Sumber: rilis kinerja keuangan semester I 2026 CIMB Niaga, 14 Agustus 2026.
Tonton: KMP Batumandi Terbakar di Merak! Semua Penumpang Berhasil Dievakuasi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














