Penulis: Bimo Adi Kresnomurti | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Simak profil emiten MBSS yang berencana Buyback saham Rp200 miliar. Berdasarkan keterbukaan informasi yang diberitakan pada 21 Oktober 2026, perseroan menyiapkan dana maksimal Rp200 miliar untuk melaksanakan aksi korporasi tersebut.
Manajemen menyatakan bahwa buyback dilakukan dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.
Perseroan menyiapkan dana untuk pembelian saham sekaligus biaya transaksi, jasa perantara pedagang efek, dan biaya lain yang berkaitan dengan pelaksanaan aksi korporasi.
Baca Juga: BREN Mulai Buyback Saham Rp1 Triliun, Intip Profil Emiten dan Kinerja Terkini
MBSS juga menyampaikan bahwa pendanaan berasal dari kas internal. Pelaksanaannya akan mempertimbangkan kecukupan modal kerja, arus kas, kewajiban keuangan, dan kebutuhan operasional agar kegiatan usaha tetap berjalan.
Berikut rincian rencana buyback saham MBSS:
| Keterangan | Rincian |
|---|---|
| Dana maksimal | Rp200 miliar |
| Jumlah saham maksimal | 42.169.641 saham |
| Porsi maksimal | 2,41% dari seluruh saham yang telah dikeluarkan |
| Periode pelaksanaan | 22 Oktober 2026–21 Januari 2027 |
| Sumber dana | Kas internal perseroan |
| Mekanisme | Pembelian melalui BEI dengan perantara pedagang efek |
| Tujuan | Menjaga stabilitas harga saham dan meningkatkan kepercayaan investor |
Jumlah saham yang dibeli kembali dapat lebih rendah daripada batas maksimum yang diumumkan. Pelaksanaan akhirnya bergantung pada kondisi pasar, harga pembelian, dan ketentuan mengenai saham beredar di publik atau free float.
Mengutip data IPOT, pada awal sesi 1 Kamis (22/10), harga saham MBSS alami pelemahan ke Rp3.190/saham atau turun 2,15%.
Lalu, seperti apa profil dari MBSS? Cek informasi mengenai lini bisnis dan kinerjanya.
Baca Juga: Setujui Buyback Saham Rp1 Triliun, Intip Profil Emiten BTPS dan Kinerja Terkini
Profil Emiten MBSS
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk. merupakan perusahaan pelayaran yang berfokus pada jasa transportasi laut, penanganan material, dan pemindahan muatan curah atau transshipment.
Perseroan melayani kebutuhan logistik komoditas, terutama batu bara, serta mengembangkan layanan untuk pengangkutan komoditas lain dan rute domestik maupun regional.
MBSS didirikan pada 1994 dan resmi tercatat di BEI pada 2011. Dalam menjalankan kegiatan usahanya, perseroan mengandalkan armada tongkang dan kapal tunda, serta kapal floating crane untuk mendukung pemindahan muatan dari kapal maupun kegiatan logistik laut lainnya.
Baca Juga: ASII Siap Buyback Saham Rp8 Triliun: Intip Profil Emiten hingga Kinerja Terbarunya
Lini Bisnis MBSS
Secara umum, kegiatan usaha MBSS mencakup beberapa layanan utama berikut.
| Lini Bisnis | Keterangan |
|---|---|
| Pengangkutan laut | Mengangkut muatan curah melalui jalur laut, terutama batu bara, menggunakan armada kapal tunda dan tongkang. |
| Transshipment | Memindahkan muatan dari satu kapal ke kapal lain atau ke sarana pengangkutan berikutnya untuk mendukung distribusi komoditas. |
| Penanganan material | Menyediakan layanan penanganan muatan curah melalui armada dan fasilitas pendukung operasional. |
| Layanan kapal floating crane | Mendukung proses pemindahan dan pemuatan muatan curah dalam kegiatan logistik laut. |
| Pengangkutan domestik dan regional | Melayani distribusi antarpulau serta mengembangkan peluang pengangkutan ke pasar regional. |
Untuk menjaga daya saing, MBSS menjalankan strategi optimalisasi penggunaan armada, efisiensi bahan bakar, pemeliharaan kapal, serta penguatan hubungan dengan pelanggan melalui kontrak jangka panjang.
Perseroan juga berupaya meningkatkan pemanfaatan armada untuk penyewaan berdasarkan kebutuhan pasar dan memperluas jenis muatan di luar batu bara.
Baca Juga: ALDO Berencana Buyback Saham Rp10 Miliar, Periksa Profil Emiten Manufaktur Ini
Kinerja Keuangan Terbaru MBSS
Melansir data BEI, kinerja keuangan MBSS pada semester I 2026 menunjukkan penurunan pendapatan dan laba operasional dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, laba bersih perseroan tercatat relatif stabil dengan pertumbuhan tipis.
Berdasarkan laporan keuangan semester I 2026 yang dipublikasikan pada Agustus 2026, berikut perbandingan kinerja MBSS:
| Indikator | Semester I 2026 | Semester I 2025 | Perubahan Tahunan |
|---|---|---|---|
| Pendapatan | Rp406,9 miliar | Rp479,3 miliar | -15,1% |
| Laba kotor | Rp91,4 miliar | Rp184,4 miliar | -50,4% |
| EBITDA | Rp83,7 miliar | Rp190,2 miliar | -56,0% |
| Laba bersih | Rp203,8 miliar | Rp202,9 miliar | +0,4% |
Penurunan pendapatan sebesar 15,1% menjadi Rp406,9 miliar menunjukkan bahwa aktivitas usaha MBSS menghadapi tekanan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan juga terlihat pada laba kotor dan EBITDA, masing-masing sebesar 50,4% dan 56%.
Di sisi lain, laba bersih semester I 2026 tercatat Rp203,8 miliar, naik tipis 0,4% dibandingkan Rp202,9 miliar pada semester I 2025. Perbedaan arah antara laba bersih dan EBITDA perlu dicermati dengan melihat komponen pendapatan serta beban lain-lain dalam laporan keuangan secara menyeluruh.
Dengan demikian, pertumbuhan laba bersih tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa kinerja operasional perseroan telah menguat.
Baca Juga: Segera Buyback Saham Rp1,383 T, Intip Profil Emiten MBMA dan Kinerja Terkini
Perubahan Pemegang Saham Pengendali MBSS
Perkembangan lain yang turut menjadi perhatian adalah perubahan struktur kepemilikan MBSS. PT Wibowo Group Capital (WGC) sebagai pemegang saham pengendali baru meningkatkan kepemilikannya menjadi 90,09% setelah menyelesaikan penawaran tender wajib.
Dalam proses tersebut, WGC menyerap 132.838.200 saham atau setara 7,59% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh MBSS. Setelah transaksi selesai, kepemilikan publik tercatat sekitar 9,91%.
Porsi kepemilikan publik tersebut menjadi hal yang perlu dicermati dalam pelaksanaan buyback, mengingat jumlah saham yang dapat dibeli kembali tetap harus memperhatikan ketentuan free float yang berlaku.
Perubahan pengendali juga dapat menjadi konteks bagi investor untuk mengikuti arah strategi dan kebijakan perusahaan selanjutnya.
Tonton: KMP Batumandi Terbakar di Merak! Semua Penumpang Berhasil Dievakuasi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














