kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Rupiah dalam tren depresiasi terukur hingga akhir 2019


Kamis, 01 Agustus 2019 / 22:10 WIB


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Wahyu T.Rahmawati

Saat itu terjadi, bisa dipastikan aliran dana asing yang masuk ke negara berkembang atau emerging market seperti Indonesia cenderung akan melambat. Bahkan, tercermin dari kondisi Kamis (1/8), asing cenderung melakukan profit taking saat mengetahui sikap hawkish The Fed.

Di sisi lain, perbedaan imbal hasil portofolio Indonesia dengan negara lain dinilai Enrico masih positif. Harapannya, secara perlahan dampak easing cycle dari kebijakan moneter The Fed akan berkurang.

Baca Juga: LPEM UI: Respons negatif pasar terhadap The Fed hanya sementara

Adapun hal-hal yang perlu diwaspadai bagi pergerakan kurs rupiah ke depan yakni sikap The Fed yang tidak se-dovish harapan pasar. Di sisi lain, Indonesia masih memiliki pekerjaa rumah (PR) uuntuk menekan CAD.

"Ada kemungkinan BI memangkas suku bunga 25bps lagi di Agustus 2019, untuk selanjutnya cukup memantau perkembangan pemangkasan FFR selanjutnya," jelasnya.

Baca Juga: The Fed hawkish, harga emas masih bisa menuju US$ 1.500




TERBARU

[X]
×