kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Rupiah Berpeluang Menguat pada Senin (15/6/2026), Berikut Sentimen Penggeraknya


Senin, 15 Juni 2026 / 06:00 WIB
Rupiah Berpeluang Menguat pada Senin (15/6/2026), Berikut Sentimen Penggeraknya
ILUSTRASI. Penguatan rupiah diperkirakan berlanjut pada Senin (15/6/2026), ditopang sentimen positif dari domestik dan membaiknya selera risiko pasar global.(AFP/BAY ISMOYO)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan lalu. Penguatan rupiah ditopang kombinasi sentimen positif dari dalam negeri serta membaiknya selera risiko pasar global. Penguatan rupiah diperkirakan masih akan berlanjut pada Senin (15/6/2026).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup menguat 0,72% ke level Rp 17.860 per dolar AS pada Jumat (12/6). Sementara itu, kurs Jisdor Bank Indonesia (BI) juga menguat 0,33% menjadi Rp 17.921 per dolar AS.

Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran berpotensi menekan harga minyak mentah dunia. 

Baca Juga: 12 Saham Cum Dividen Hari Ini (15/6), Yield Tembus 9%

Kondisi tersebut mendorong sentimen risk-on di pasar keuangan dan meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang.

Menurut Lukman, sentimen tersebut masih akan menjadi penggerak utama pasar pada awal pekan ini. Jika optimisme terhadap proses perdamaian terus berlanjut, permintaan terhadap aset berisiko berpotensi meningkat.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menilai penguatan rupiah didorong oleh revisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Bank Dunia. 

Bank Dunia memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,0% pada 2026, mencerminkan kinerja ekonomi kuartal I-2026 yang lebih kuat dari perkiraan.

Menurut Ibrahim, produk domestik bruto (PDB) Indonesia tumbuh 5,6% secara tahunan pada kuartal I-2026, menjadi pertumbuhan tertinggi sejak kuartal II-2021. 

Baca Juga: Cair Tiap 3 Bulan, Hari Ini (15/6) Cum Dividen Interim I Saham Blue Chip Perbankan

Kinerja tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang meningkat selama Ramadan dan Idul Fitri, percepatan pembayaran tunjangan hari raya (THR) aparatur sipil negara, serta implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Pertumbuhan ekonomi yang solid memberikan keyakinan terhadap prospek fundamental domestik dan menjadi sentimen positif bagi rupiah," ujar Ibrahim, Jumat (12/6/2026).

Meski demikian, Bank Dunia juga mengingatkan sejumlah risiko yang perlu dicermati, antara lain ruang fiskal yang semakin terbatas, potensi kenaikan beban subsidi akibat gejolak harga minyak dunia, serta ketidakpastian pasar keuangan terkait evaluasi indeks MSCI.

Untuk perdagangan Senin (15/6/2026), Lukman memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp 17.700-Rp 17.850 per dolar AS. 

Sementara Ibrahim memproyeksikan rupiah berada pada rentang Rp 17.860-Rp 17.910 per dolar AS.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×