kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Laba Surge (WIFI) Naik 118% di Semester I-2026, Telekomunikasi Jadi Mesin Pertumbuhan


Jumat, 31 Juli 2026 / 05:40 WIB
Laba Surge (WIFI) Naik 118% di Semester I-2026, Telekomunikasi Jadi Mesin Pertumbuhan
ILUSTRASI. Surge, perusahaan media luar ruang (DOK/Surge)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) mulai memetik hasil dari ekspansi infrastruktur digital yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Bisnis telekomunikasi kini menjadi kontributor utama pendapatan sekaligus mendorong lonjakan kinerja keuangan pada semester I-2026.

Hingga 30 Juni 2026, WIFI membukukan pendapatan Rp 1,57 triliun atau melonjak 206% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Segmen telekomunikasi menyumbang Rp 1,28 triliun atau sekitar 82% dari total pendapatan setelah tumbuh 357% secara tahunan.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, EBITDA meningkat 117% menjadi Rp 948,9 miliar. Sementara itu, laba bersih naik 118% menjadi Rp 496,8 miliar dan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 45% menjadi Rp 331,2 miliar.

Baca Juga: Laba Vale Indonesia (INCO) Melejit 313%, Tingginya Harga Nikel Jadi Pendorong Utama

Direktur Solusi Sinergi Digital Shannedy Ong mengatakan semester I-2026 menjadi titik balik bagi WIFI setelah menyelesaikan fase pembangunan jaringan dan mulai berfokus pada monetisasi aset yang telah dibangun.

"Selama beberapa tahun terakhir kami membangun infrastruktur, kini fokus kami adalah memastikan setiap kilometer serat optik dan setiap sektor radio yang telah kami bangun menghasilkan pendapatan berulang," jelasnya dalam keterangan resmi, Kamis (30/7/2026). 

Shannedy bilang pertumbuhan pendapatan telekomunikasi menunjukkan strategi transisi menuju bisnis berbasis pendapatan berulang berjalan sesuai rencana. Pergeseran bauran pendapatan juga membuat kontribusi bisnis nontelekomunikasi, seperti iklan, semakin berkurang.

Per akhir Juni 2026, jumlah pelanggan HomeConnect FTTH mencapai 1,85 juta atau tumbuh 377% secara tahunan. Sementara itu, layanan HomeConnect FWA yang diluncurkan secara komersial pada akhir Februari telah memiliki 513.040 pelanggan.

Di tengah ekspansi jaringan, WIFI mempertahankan margin EBITDA sebesar 60,4%. Perseroan menilai penurunan margin dibandingkan tahun lalu merupakan konsekuensi meningkatnya kontribusi layanan telekomunikasi ritel yang memiliki margin lebih rendah, tetapi menghasilkan pendapatan yang lebih berulang.

"Mempertahankan margin EBITDA di atas 60% justru pada fase ekspansi paling intensif dalam sejarah WIFI mencerminkan disiplin belanja modal dan pengendalian biaya kami," kata Shannedy Ong.

Baca Juga: Cinema XXI (CNMA) Raup Pendapatan Rp 2,6 Triliun, Penonton Naik pada Semester I-2026

Dari sisi neraca, WIFI mengalokasikan belanja modal Rp 1,18 triliun hingga semester I-2026 untuk memperluas jaringan. Posisi kas dan setara kas mencapai Rp 8,29 triliun, sedangkan utang bersih tercatat Rp 1,77 triliun atau sekitar 0,9 kali EBITDA tahunan.

Shannedy bilang di semester II-2026, WIFI akan memfokuskan strategi pada peningkatan utilisasi jaringan yang telah dibangun, menaikkan rata-rata pendapatan per pelanggan melalui migrasi ke paket internet berkecepatan lebih tinggi, serta meningkatkan efisiensi operasional layanan FWA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×