Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) akan menerbitkan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue. Emiten produk farmasi ini mengaku akan menerbitkan 5,7 miliar saham baru setara dengan 33,65% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Namun perusahaan ini masih menentukan harga pelaksanaan rights issue. Emiten berkode saham PYFA ini juga belum menentukan rasio rights issue. Perusahaan ini hanya menjelaskan jika pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya maka sisanya akan dijatahkan secara proporsional.
Pada Selasa (28/4/2026), saham PYFA ditutup naik 1,19% di level Rp 340 per saham. Tapi dalam lima hari saham PYFA turun 3,41%.
Baca Juga: Saham Favorit yang Banyak Diburu Asing di Tengah Tren Penurunan IHSG, Selasa (28/4)
Jika menggunakan acuan harga ini maka potensi dana yang bisa diperoleh PYFA sebesar Rp 1,94 triliun.
Perusahaan ini juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 3.754.498.215 waran seri II atau sebanyak-banyaknya 33,41% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh.
Meski belum merinci rights issue, emiten ini sudah memiliki jadwal sementara HMETD II sebagai berikut:
- Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) : 22 April 2026
- Tanggal Efektif : 29 Juni 2026
- Tanggal Cum HMETD Pasar Reguler dan Negosiasi : 7 Juli 2026 dan Pasar Tunai : 9 Juli 2026
- Tanggal Ex HMETD di Pasar Reguler dan Negosiasi : 8 Juli 2026 dan Pasar Tunai : 10 Juli 2026
- Tanggal Pencatatan Pemegang Saham Yang Berhak atas HMETD (Recording Date) : 9 Juli 2026
- Tanggal Distribusi HMETD : 10 Juli 2026
- Tanggal Pencatatan HMETD dan Waran Seri II di Bursa Efek Indonesia : 13 Juli 2026
- Periode Perdagangan HMETD : 13 – 20 Juli 2026
- Periode Pelaksanaan HMETD : 13 – 20 Juli 2026
- Periode Distribusi Saham berasal dari HMETD : 15 – 22 Juli 2026
- Tanggal Terakhir Pembayaran Untuk Pemesanan saham Tambahan : 22 Juli 2026
- Tanggal Penjatahan Pemesanan Saham Tambahan : 23 Juli 2026
- Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan Saham Tambahan : 24 Juli 2026
- Pembayaran Penuh oleh Pembeli Siaga : 24 Juli 2026
- Periode Perdagangan Waran Seri II di Pasar Reguler dan Negosiasi 10 Juli 2026 - 7 Juli 2031 dan Pasar Tunai 10 Juli 2026 - 9 Juli 2031
- Periode Pelaksanaan Waran Seri II: 10 Januari 2027 – 10 Juli 2031
- Akhir Masa Berlaku Waran Seri II : 10 Juli 2031
PYFA memaparkan jika dana yang diperoleh dari hasil pelaksanaan PMHMETD II setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi seluruhnya akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan akuisisi dalam rangka mendukung pengembangan usaha.
Baca Juga: IHSG Turun 7 Hari Berturut-turut, Cek Saham yang Banyak Dijual Asing Selasa (28/4)
Sementara dana hasil pelaksanaan Waran Seri II akan digunakan untuk modal kerja dan biaya operasional termasuk tidak terbatas pada biaya bahan baku, biaya pemasaran, biaya pengembangan produk, dan biaya lain-lain yang diperlukan.
Dalam hal rencana pelaksanaan PMHMETD II dan pelaksanaan Waran Seri II tidak sesuai dengan rencana atau jumlah hasil pelaksanaan tidak mencukupi untuk memenuhi rencana tersebut di atas, maka PYFA akan menggunakan pendanaan yang berasal dari internal kas atau pembiayaan pihak perbankan dan/atau lembaga
keuangan non-bank.
Hingga akhir 2025, PYFA memiliki kas setara kas Rp 101,79 miliar turun dari akhir 2024 sebesar Rp 351,86 miliar. Sementara itu, PYFA masih merugi sebesar Rp 272,55 miliar dari rugi di tahun 2024 sebesar Rp 387,68 miliar. Padahal di tahun 2025, pendapatan PYFA masih naik 43,75% secara tahunan menjadi Rp 2,76 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













