kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.746   27,00   0,15%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

AS–Iran Sepakat Damai, Harga Emas Berpotensi Menguat ke Rp 3,1 Juta per Gram


Selasa, 16 Juni 2026 / 13:44 WIB
AS–Iran Sepakat Damai, Harga Emas Berpotensi Menguat ke Rp 3,1 Juta per Gram
ILUSTRASI. Inflasi Kalimantan Tengah Mei 2026 (ANTARA FOTO/AULIYA RAHMAN)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga emas diproyeksi akan kembali menguat setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran sepakat berdamai. Mengutip Trading Economics Selasa (16/6) pukul 11.17 WIB, harga emas global di level US$ 4.325 per troy ons, naik 1,16% dalam sepekan. 

Analis Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan prospek harga emas positif setelah AS dan Iran akan menandatangani kesepakatan damai yang dijadwalkan pada 19 Juni 2026 di Swiss. Kesepakatan tersebut membuat harga minyak mentah global mengalami penurunan.

Menurut Ibrahim, dengan menurunnya harga minyak mentah global, masyarakat atau investor yang sebelumnya berinvestasi ke valuta asing, kemungkinan akan kembali beralih pada emas atau emas digital. 

Baca Juga: Rupiah dan Yield SBN Membaik, Peluang Penguatan IHSG Kian Terbuka

“Pembukaan Selat Hormuz ini merupakan mendobrak logam mulia maupun emas dunia,” kata Ibrahim, Selasa (16/6/2026).

Selain itu, Ibrahim memperkirakan pergerakan harga emas akan dipengaruhi oleh bank sentral global yang juga akan kembali membeli emas sebagai salah satu diversifikasi cadangan devisa.

Hal ini sesuai dengan perkiraan JP Morgan yang memprediksi pembelian emas oleh bank sentral global pada tahun 2026 mencapai 800 ton. 

Ibrahim mencontohkan bank sentral China yang telah memiliki emas sebesar 2.332 ton dan diperkirakan akan bertambah 10 ton pada Juni ini. Bank Indonesia (BI) juga tercatat menambah emasnya. Ibrahim bilang bahwa BI telah membeli emas 2 ton pada awal kuartal II-2026.

Ibrahim mengatakan pergerakan harga emas ke depan akan dipengaruhi oleh sejumlah hal seperti kebijakan suku bunga, pembelian emas oleh bank sentral hingga dinamika geopolitik global. 

Muhammad Amru Syifa, Research and Development ICDX mengatakan, rencana kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran memang berpotensi mengurangi daya tarik emas sebagai aset safe haven karena risiko geopolitik yang menjadi salah satu penopang harga mulai mereda. Namun, pengaruhnya terhadap harga emas kemungkinan tidak akan terlalu besar dan bersifat sementara. 

Baca Juga: Selat Hormuz Kembali Dibuka, Harga Minyak Mentah Diproyeksi Akan Turun

“Saat ini pelaku pasar juga masih mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed, pergerakan dolar AS, serta kondisi ekonomi global yang masih menyimpan berbagai ketidakpastian,” ujar Amru.

Oleh karena itu, Amru menilai prospek emas masih cukup baik meskipun peluang kenaikannya kemungkinan tidak sekuat saat ketegangan geopolitik berada di puncaknya. Selama ekspektasi penurunan suku bunga masih ada dan permintaan dari bank sentral tetap tinggi, harga emas berpeluang bertahan di level yang relatif tinggi.

Terkait strategi investasi bagi investor, Amru mengatakan, strategi yang dapat dipertimbangkan adalah melakukan pembelian secara bertahap ketika terjadi koreksi harga.

Mengingat harga emas saat ini masih berada di level yang tinggi, pendekatan akumulasi bertahap dinilai lebih aman dibandingkan langsung masuk dalam jumlah besar pada satu waktu.

Sementara untuk investor jangka menengah dan panjang, emas masih menarik untuk dipertahankan sebagai bagian dari portofolio. Selain berfungsi sebagai lindung nilai, emas juga dapat menjadi instrumen diversifikasi ketika kondisi pasar keuangan global mengalami gejolak.

“Yang terpenting, alokasi investasi tetap disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan investasi masing-masing,” ujar Amru. 

Baca Juga: Cermati Rekomendasi Teknikal Saham INDY, BBCA, dan DSSA untuk Rabu (17/6)

Dengan posisi harga emas yang saat ini berada di sekitar US$ 4.320 per troy ounce, Amru melihat ruang kenaikan masih terbuka hingga kuartal III-2026. Namun, setelah meredanya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran, pergerakan harga diperkirakan akan lebih stabil dibandingkan beberapa bulan terakhir. 

Dalam skenario dasar, harga emas berpotensi bergerak di kisaran US$ 4.300 hingga US$ 4.500 per troy ounce. Jika dolar AS terus melemah dan bank sentral utama mulai memberikan sinyal pelonggaran kebijakan moneter yang lebih jelas, harga emas berpeluang naik menuju US$4.700 per troy ounce. Sebaliknya, apabila ekonomi global membaik lebih cepat dan dolar AS kembali menguat, kenaikan emas kemungkinan akan lebih terbatas dan cenderung bergerak konsolidatif. 

Sementara Ibrahim memperkirakan harga logam mulia hingga kuartal III-2026 mencapai Rp 3,1 juta per gram. Adapun saat ini Rp 2.729.000 per gram.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×