kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.593.000   1.000   0,04%
  • USD/IDR 17.730   23,00   0,13%
  • IDX 6.484   22,94   0,36%
  • KOMPAS100 856   0,89   0,10%
  • LQ45 651   0,34   0,05%
  • ISSI 225   1,87   0,84%
  • IDX30 361   -0,29   -0,08%
  • IDXHIDIV20 450   -0,34   -0,08%
  • IDX80 98   0,03   0,03%
  • IDXV30 125   0,34   0,27%
  • IDXQ30 116   -0,18   -0,15%

Selat Hormuz Kembali Dibuka, Harga Minyak Mentah Diproyeksi Akan Turun


Selasa, 16 Juni 2026 / 13:39 WIB
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Harga Minyak Mentah Diproyeksi Akan Turun
ILUSTRASI. Harga Minyak (BBM) (REUTERS/Adriano Machado)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga minyak mentah global kembali mengalami penurunan setelah rencana penandatanganan kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Mengutip Trading Economics Selasa (16/6/2026) pukul 12.05 WIB, harga minyak mentah WTI di level US$ 80,52 per barel, menurun 8,18% dalam sepekan. 

Analis Komoditas & Mata Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan rencana penandatanganan kesepakatan damai antara AS dan Iran berpotensi membuat harga minyak mentah global kembali akan turun.

Baca Juga: Harga Minyak Anjlok ke Titik Terendah Tiga Bulan, Pasar Sambut Kesepakatan AS-Iran

Sebab salah satu klausul kesepakatan itu adalah pembukaan kembali Selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur strategis distribusi minyak mentah global. 

“Informasi tersebut membuat harga minyak mentah mengalami penurunan. Harga minyak mentah dunia kemungkinan besar akan terus mengalami pelemahan mendekati di level US$ 75 per barel,” ujar Ibrahim, Selasa (16/6/2026). 

Ibrahim menambahkan, penurunan harga minyak mentah akan mengurangi biaya transportasi dan biaya logistik, sehingga berdampak pada turunnya inflasi.

Dengan potensi turunnya inflasi secara global diperkirakan akan membuat bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga pada Juni ini.

Baca Juga: Harga Minyak Anjlok pada Senin (15/6) Pagi, Dipicu Kabar Kesepakatan Damai AS-Iran

Akan tetapi Ibrahim memperkirakan bank sentral AS akan menurunkan suku bunga pada Juli jika harga minyak mentah stabil di bawah US$ 75 per barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×