Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sucor Sekuritas menilai peluang penguatan pasar saham Indonesia masih terbuka meski dibayangi berbagai sentimen negatif, mulai dari ketidakpastian global hingga kekhawatiran investor terhadap prospek ekonomi domestik.
Secara teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan diproyeksikan berpotensi melanjutkan kenaikan menuju level 6.700 dalam beberapa bulan mendatang.
Senior Technical, Analyst Sucor Sekuritas Reyhan Pratama mengatakan tren penguatan IHSG masih terjaga selama mampu mempertahankan area support penting di level 5.512.
Namun, setelah reli yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, pasar tetap berpotensi mengalami koreksi jangka pendek sebagai bagian dari fase konsolidasi yang wajar.
Baca Juga: IHSG Naik 2,68% ke 6.043 Sesi I Jumat (12/6), Saham INCO, BUMI, DEWA Jadi Top Gainers
“Area 6.000 saat ini menjadi resistance psikologis yang penting untuk diperhatikan investor. Sementara area support kuat IHSG berada di sekitar level 5.512,” ujar Reyhan dalam Stock Idea Series, Sabtu (13/6/2026).
Menurut dia, selama level support tersebut tidak ditembus, peluang penguatan lanjutan masih cukup besar.
Di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global, sektor komoditas dinilai masih menarik untuk dicermati karena berpotensi mendapat dukungan dari pergerakan harga komoditas dunia.
Sebaliknya, investor disarankan lebih selektif terhadap saham-saham perbankan, terutama bank berkapitalisasi besar yang telah mencatat kenaikan harga cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Sementara itu, Financial Educator Manager Sucor Sekuritas Hendry Wijaya menilai tekanan yang terjadi di pasar saham Indonesia belakangan ini lebih banyak dipicu oleh krisis kepercayaan investor dibandingkan memburuknya fundamental ekonomi.
Ia menjelaskan, pelemahan pasar dalam beberapa bulan terakhir dipengaruhi berbagai kekhawatiran, mulai dari penurunan outlook rating Indonesia, potensi perubahan status Indonesia dalam indeks global, hingga meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik dunia.
Baca Juga: IHSG Senin Ditutup Naik, Pasar Mulai Pulih atau Rebound Teknikal?
Meski demikian, Hendry melihat sejumlah indikator mulai menunjukkan perbaikan. Bank Indonesia telah mengambil langkah agresif untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, sementara pemerintah terus menegaskan komitmennya menjaga disiplin fiskal.
“Tekanan pasar saat ini lebih mencerminkan krisis kepercayaan dibandingkan krisis fundamental,” tegas Hendry.
Ke depan, investor disarankan mencermati sejumlah indikator utama yang berpotensi menentukan arah pasar, yakni stabilitas rupiah, pergerakan yield Surat Berharga Negara (SBN), serta arus dana asing.
Jika indikator-indikator tersebut terus membaik, ruang penguatan IHSG dinilai masih cukup terbuka meski volatilitas pasar global tetap tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













