kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Prospek Emiten Sektor Konsumer Masih Abu-Abu, Simak Rekomendasi Analis


Minggu, 22 Desember 2024 / 18:54 WIB
Prospek Emiten Sektor Konsumer Masih Abu-Abu, Simak Rekomendasi Analis
ILUSTRASI. Warga belanja kebutuhan bulan Ramadhan di sebuah supermarket di Bogor, Rabu (14/04). Kenaikan PPN jadi 12% akan berdampat pada emiten sektor konsumer, cermati rekomendasi analis pada sejumlah saham ini.


Reporter: Nova Betriani Sinambela | Editor: Noverius Laoli

Selain itu, berkaca ketika PPN dinaikkan menjadi 11%, malah mendorong kenaikan inflasi. Sehingga Audi memandang ada kekhawatiran lebih lanjut karena dapat menekan segmen kalangan menengah yang saat ini menjadi penopang konsumsi.

Oleh sebab itu Audi berharap dari kebijakan Pemerintah yang lainnya, seperti makan bergizi gratis dan kenaikan upah minimum. Insentif tersebut dapat menjadi penopang ditengah dinamika kebijakan moneter yang masih akan konservatif dan kenaikan PPN 12% di tahun 2025. 

Selain itu ia berharap program makan bergizi gratis dapat disalurkan merata dan tepat sasaran agar menjaga konsumsi dan daya beli masyarakat, terlebih masyarakat kalangan menengah. 

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama walaupun Pemerintah akan menerapkan berbagai kebijakan dengan tujuan menyejahterakan masyarakat.

Baca Juga: Paket Kebijakan Ekonomi Pemerintah Bisa Sia-Sia

Namun dari sisi emiten juga harus mampu meningkatkan inovasi dan strategi bisnis di tengah dinamika ketidakpastian ekonomi tahun depan. 

Di sisi lain, Nafan mengatakan bahwa tahun depan masih ada peluang Bank Indonesia menurunkan suku bunga. Dengan demikian, "tentunya ini akan mereduksi buying cost dari para pelaku dan kebutuhan akan konsumsi akan meningkat," kata Nafan kepada KONTAN, Jumat (20/12). 

Terkait saham sektor konsumer, Natalia merekomendasikan overweight karena emiten di sektor ini melaporkan pertumbuhan volume positif dan memiliki peluang melanjutkan biaya input yang lebih tinggi untuk tahun fiskal 2025.

Analis BRI Danareksa ini memilih PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) sebagai pilihan utama karena ICBP berpeluang besar melakukan penyesuaian ASP pada tahun depan dan diprediksi mampu mempertahankan margin, serta pertumbuhan laba inti diprediksi naik 10,8% yoy pada tahun depan. 

Sedangkan Audi merekomendasikan Netral untuk sektor konsumer di tengah sentimen yang telah disebutkan akan dihadapi pada 2025. Adapun pilihan utamanya jatuh kepada ICBP dengan rekomendasikan buy dan target harga Rp 14.000 per saham. 

Baca Juga: IHSG Naik 0,09% pada Jumat (20/12) tapi Anjlok 4,65% Dalam Sepekan, Cek Sentimennya

Selain itu Audi juga merekomendasikan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) trading buy dengan target harga Rp 2.880 per saham. 

Sedangkan Nafan memilih PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan merekomendasikan buy on weakness dengan target aga Rp 12.000 per saham. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×