kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -50.000   -1,86%
  • USD/IDR 17.867   -20,00   -0,11%
  • IDX 6.394   -55,70   -0,86%
  • KOMPAS100 825   -5,54   -0,67%
  • LQ45 627   -3,56   -0,56%
  • ISSI 224   -2,66   -1,17%
  • IDX30 351   -1,55   -0,44%
  • IDXHIDIV20 428   -1,09   -0,25%
  • IDX80 94   -0,66   -0,69%
  • IDXV30 119   -0,38   -0,32%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,55%

Prospek Emas, Perak dan Platinum hingga Akhir 2026, Mana Paling Menjanjikan?


Rabu, 19 Agustus 2026 / 20:20 WIB
Prospek Emas, Perak dan Platinum hingga Akhir 2026, Mana Paling Menjanjikan?
ILUSTRASI. Harga emas, perak dan platinum masih berpeluang naik hingga akhir 2026, dengan perak diproyeksikan memiliki potensi kenaikan paling besar. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Prospek harga logam mulia hingga akhir 2026 masih menjanjikan, tetapi arah pergerakan emas, perak, dan platinum mulai menunjukkan karakter yang berbeda.

Emas masih ditopang permintaan bank sentral dan investasi, sementara perak mendapat dorongan dari sektor industri. Di sisi lain, platinum lebih bergantung pada ketatnya pasokan dan kebutuhan industri.

Berdasarkan data Trading Economics per 19 Agustus 2026, harga emas berada di US$ 4.343,17 per ons troi. Meski terkoreksi 1,48% dalam sepekan, emas masih menguat 8,36% dalam sebulan dan 29,84% dalam setahun.

Perak berada di US$ 63,015 per ons troi atau turun 3,53% dalam sepekan. Namun, kinerjanya masih jauh lebih kuat dalam periode lebih panjang dengan kenaikan 11,75% dalam sebulan dan 66,22% dalam setahun.

Baca Juga: Permintaan Stabil di Awal 2026, Pergerakan Emas Masih Moderat Hingga Akhir Tahun

Sementara itu, platinum tercatat US$1.724,80 per ons troi, turun 2,52% dalam sepekan. Dalam sebulan, platinum masih naik 7,53%, sedangkan secara tahunan menguat 29,27%.

Analis Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai emas masih memiliki fondasi kuat karena permintaan bank sentral global. China dan India, menurut dia, masih menjadi negara yang aktif menambah kepemilikan emas.

“Permintaan emas semakin tinggi, terutama dari bank sentral global,” ujar Ibrahim.

Ia memperkirakan harga emas dapat mencapai sekitar US$ 5.200 per ons troi pada akhir 2026. Perak bahkan diproyeksikan mencapai US$95 per ons troi, sedangkan platinum sekitar US$1.820 per ons troi.

Jika dibandingkan dengan harga saat ini, perak memiliki potensi kenaikan paling besar berdasarkan proyeksi tersebut. Dari US$63,015 per ons troi, target US$95 mencerminkan ruang kenaikan sekitar 50%.

Namun, Presiden Komisaris HFX International Berjangka Sutopo Widodo mengingatkan bahwa prospek logam mulia masih dibayangi ketidakpastian. Hal ini tercermin dari rentang proyeksi sejumlah lembaga yang cukup lebar.

Baca Juga: Metropolitan Land (MTLA) Optimistis Permintaan Rumah Tetap Terjaga hingga Akhir 2026

Untuk emas, proyeksi harga hingga akhir 2026 berada di kisaran US$4.000-US$4.900 per ons troi. Perak diperkirakan berada di sekitar US$63 per ons troi pada kuartal IV, dengan rata-rata tahunan US$70 per ons troi.

Adapun platinum diproyeksikan berada dalam rentang US$1.670-US$2.450 per ons troi.

Menurut Sutopo, proyeksi tersebut sebaiknya tidak dipandang sebagai angka pasti karena model harga dapat berubah mengikuti kondisi pasar.

“Keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada skenario rentang, bukan angka tunggal,” kata Sutopo.

Dari sisi fundamental, platinum memiliki katalis yang berbeda dibandingkan emas dan perak.

Pergerakannya antara lain ditopang defisit pasokan tambang di Afrika Selatan, kebutuhan autokatalis kendaraan hybrid, serta peluang munculnya permintaan baru dari ekspansi kecerdasan buatan dan pusat data.

World Platinum Investment Council (WPIC) memproyeksikan pasar platinum mengalami defisit 297.000 ons pada 2026. Jika terealisasi, kondisi tersebut akan menjadi tahun keempat berturut-turut pasar platinum mengalami defisit.

Sementara itu, perak memiliki posisi yang lebih unik karena menggabungkan dua sumber permintaan, yakni investasi dan industri. Selain ikut terdorong sentimen positif terhadap emas, permintaan perak juga bergantung pada aktivitas industri.

Baca Juga: Indeks Dolar AS di Bawah 100, Simak Prospek Mata Uang Asia hingga Akhir 2026

Dengan karakter tersebut, prospek logam mulia hingga akhir 2026 semakin terfragmentasi.

Emas masih menjadi aset yang kuat karena dukungan bank sentral dan investasi, perak menawarkan potensi kenaikan lebih besar dengan ditopang permintaan industri, sedangkan platinum bergantung pada ketatnya pasokan dan pemulihan permintaan industri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×