kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Harga Emas Berpeluang Tembus US$ 4.500 per Ons Troi hingga Akhir 2026


Jumat, 07 Agustus 2026 / 16:27 WIB
Harga Emas Berpeluang Tembus US$ 4.500 per Ons Troi hingga Akhir 2026
ILUSTRASI. Logam Mulia - Emas Batangan (REUTERS/Alexander Manzyuk)


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas masih memiliki peluang melanjutkan penguatan hingga akhir tahun dengan target atas di kisaran US$ 4.500 per ons troi. 

Mengutip Bloomberg, Jumat (7/8/2026) pukul 15.55 WIB, harga emas spot berada di level US$ 4.305 per ons troi, menguat 1,56% dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Analyst PT Finex Bisnis Solusi Futures, Brahmantya Himawan, menilai prospek harga emas dalam beberapa bulan ke depan masih cukup positif, meski pergerakannya diperkirakan lebih volatil.

"Prospek emas dalam beberapa bulan ke depan masih cukup positif, tetapi volatilitasnya akan semakin tinggi," kata Brahmantya kepada Kontan (Jumat, 7/8/2026).

Baca Juga: Harga Emas Menuju US$ 4.800, Simak Proyeksinya Hingga Akhir Tahun

Menurutnya, ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor yang menopang permintaan emas sebagai aset safe haven. Namun, pasar juga mulai memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga The Fed yang dapat membatasi ruang penguatan harga emas.

"Ruang penguatan emas masih ada, tetapi kemungkinan bergerak lebih bertahap dibanding sebelumnya," ujarnya.

Hingga akhir 2026, ia memproyeksikan harga emas bergerak dalam rentang US$ 4.000–US$ 4.500 per ons troi.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, mengatakan kenaikan harga emas tidak terlepas dari isu negosiasi ulang antara AS dan Iran terkait konflik yang terjadi. 

Menurutnya, kelanjutan negosiasi tersebut akan menjadi salah satu penentu arah harga emas ke depan. "Kalau kesepakatan terjadi, harga emas bisa naik lagi ke arah US$ 4.500. Kalau tidak sepakat lagi, harga bisa balik lagi ke area US$ 4.000," katanya.

Dengan demikian, arah harga emas ke depan masih akan bergantung pada perkembangan konflik AS-Iran dan kebijakan The Fed. Meski ketidakpastian global masih menopang permintaan emas, potensi penguatan dolar AS dan suku bunga yang lebih tinggi menjadi faktor yang dapat membatasi laju kenaikan harga emas.

Baca Juga: IHSG Fluktuatif, Ini Strategi Investasi Reksadana yang Tepat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×