Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Yudho Winarto
KUALALUMPUR. 1Malaysia Development Bhd (1MDB) menolak menjadi kambing hitam atas anjloknya kurs ringgit. Malah, resolusi penyelesaian utang perusahaan investasi Malaysia itu akan membantu menguatkan ringgit.
Asal tahu saja, Gubernur Bank Sentral Malaysia, Zeti Akhtar Aziz menuding skandal korupsi 1MDB membuat ketidakpastian iklim investasi. Menurut Aziz, nilai tukar ringgit akan kembali menguat setelah skandal korupsi 1MDB kelar.
"Secara historis, tidak pernah satu perusahaan dikaitkan sedemikian rupa dengan nilai tukar ringgit," demikian pernyataan resmi dari 1MDB seperti dilansir Bloomberg, kemarin.
Menurut 1MDB, penurunan nilai mata uang merupakan fenomena global dan terjadi hampir di seluruh negara dunia. Amblesnya nilai tukar ringgit disebabkan oleh penurunan harga minyak dunia dan ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) serta kekhawatiran perlambatan ekonomi negara berkembang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













