kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.831.000   -26.000   -0,91%
  • USD/IDR 17.053   57,00   0,34%
  • IDX 6.971   -55,78   -0,79%
  • KOMPAS100 962   -8,99   -0,93%
  • LQ45 705   -9,96   -1,39%
  • ISSI 250   -1,18   -0,47%
  • IDX30 387   -2,03   -0,52%
  • IDXHIDIV20 481   -2,12   -0,44%
  • IDX80 108   -1,28   -1,17%
  • IDXV30 132   -0,80   -0,60%
  • IDXQ30 126   -0,93   -0,73%

Ringgit sudah keok selama lima hari berturut-turut


Selasa, 08 September 2015 / 11:15 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KUALA LUMPUR. Ringgit Malaysia kembali melemah pada transaksi perdagangan hari ini (8/9). Mengutip data Bloomberg, ringgit melemah 0,3% menjadi 4,315 per dollar AS. Bahkan pada transaksi sebelumnya, nilai tukar ringgit sempat menyentuh level 4,3730 per dollar AS. Ini merupakan level terlemah sejak Januari 1998 silam.

Jika dikalkulasikan, pelemahan ringgit dalam lima hari terakhir mencapai 4,1%.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan posisi ringgit semakin tak berdaya.

Pertama, masih berlanjutnya penurunan harga energi dunia. Asal tahu saja, pada Senin (7/9) kemarin, harga minyak jenis Brent melorot 4%. Penurunan minyak Brent sudah memberikan kontribusi pada depresiasi ringgit yang di sepanjang tahun ini sudah mencapai 20%. Kondisi itu menjadikan ringgit sebagai mata uang Asia dengan performa terburuk.  

Kedua, perlambatan ekonomi China yang berdampak pada melorotnya tingkat permintaan aset-aset Malaysia. China merupakan pasar ekspor terbesar Malaysia. Hari ini, China melaporkan penurunan ekspor sebesar  6,1% pada Agustus dalam mata uang yuan.

"Masih banyak ketidakpastian seperti pertumbuhan ekonomi China, penurunan harga minyak, normalisasi suku bunga the Fed, dan penyebaran risiko global. Di kondisi seperti saat ini, mata uang Asia akan semakin tertekan," jelas Leong Sook Mei, Southeast Asia Head of Global Markets Research Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ di Singapura.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×