kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.985   -35,00   -0,19%
  • IDX 5.986   70,43   1,19%
  • KOMPAS100 782   11,35   1,47%
  • LQ45 595   10,44   1,79%
  • ISSI 206   0,99   0,48%
  • IDX30 337   5,69   1,72%
  • IDXHIDIV20 416   7,36   1,80%
  • IDX80 89   1,44   1,65%
  • IDXV30 113   2,29   2,08%
  • IDXQ30 108   1,76   1,65%

OJK Catat 21 Juta Pengguna Aset Keuangan Digital, Transaksi Capai Rp 24,33 Triliun


Senin, 06 April 2026 / 11:16 WIB
OJK Catat 21 Juta Pengguna Aset Keuangan Digital, Transaksi Capai Rp 24,33 Triliun
ILUSTRASI. Bitcoin (Romain Costaseca/Hans Lucas via Reuters)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkembangan aset keuangan digital dan aset kripto di Indonesia terus bertumbuh. 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah konsumen aset keuangan digital dan aset kripto di Indonesia mencapai 21,07 juta orang per Februari 2026, naik 1,76% dibanding bulan sebelumnya. 

Adapun, nilai transaksi aset kripto pada Februari tercatat Rp 24,33 triliun, sedangkan transaksi derivatif aset keuangan digital (AKD) mencapai Rp 5,07 triliun. 

Baca Juga: Ketidakpastian Global, Pasar Obligasi Tertekan dan Asing Jual Rp 21,8 Triliun

"Posisinya telah menurun dibandingkan posisi Januari 2026 dan ini sejalan dengan penurunan harga sejumlah aset kripto utama di global," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso pada Konferensi Pers RDKB, Senin (6/4/2026). 

Adi menambahkan, dalam rangka mendukung perkembangan industri AKD, OJK saat ini sedang memfinalisasi Rencana Penyelenggaraan dan/atau Pengaturan Aset Digital dan Kripto (RPADK) sebagai tindak lanjut POJK Nomor 23 Tahun 2025.

Selain itu, OJK berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital untuk memperkuat inovasi startup fintech melalui program fintech startup accelerator yang dirancang agar selaras dengan kerangka regulasi.

Adi berharap upaya ini dapat mendorong ekosistem digital finansial yang lebih aman dan berkelanjutan di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU

[X]
×