Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah rupiah diproyeksi masih melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini (6/4/2026). Tekanan bagi rupiah masih berasal dari sentimen eksternal, khususnya karena tensi geopolitik global yang meningkat.
Sekedar mengingatkan, rupiah lagi-lagi terperosok ke atas level Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) sebelum libur Paskah di pekan lalu. Di mana, rupiah spot ditutup melemah 0,11% ke Rp 17.002 per dolar AS pada Kamis (2/4/2026).
Sejalan dengan itu, kurs rupiah Jisdor pun tercatat melemah Rp 13 atau 0,08% menjadi Rp 17.015 per dolar AS, yang mana merupakan posisi terburuk.
Baca Juga: Simak Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini (6/4), IHSG Diproyeksi Melemah
Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, sentimen bagi rupiah di awal pekan ini masih dari dua faktor utama. Yakni perkembangan konflik di Timur Tengah serta pergerakan harga minyak mentah dunia.
Kenaikan harga minyak berpotensi menambah tekanan terhadap rupiah karena berdampak pada neraca perdagangan dan inflasi domestik.
Di sisi lain, rilis data ekonomi seperti non-farm payroll (NFP) AS memang tetap diperhatikan pasar. Namun, menurutnya, pengaruh data ekonomi cenderung hanya bersifat sementara dibandingkan sentimen geopolitik yang saat ini lebih dominan.
Sehingga pada hari ini, Lukman memperkirakan rupiah masih berpotensi melanjutkan pelemahan. Ia memproyeksikan pergerakan rupiah akan berada dalam kisaran Rp 16.950 hingga Rp 17.050 per dolar AS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













