kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Minyak kembali tergerus ke US$ 44,96 per barel


Selasa, 19 Juli 2016 / 17:04 WIB


Reporter: Namira Daufina | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Spekulasi kenaikan produksi yang terjadi di Amerika Serikat jadi beban bagi pergerakan harga minyak mentah WTI di perdagangan hari ini.

Mengutip Bloomberg, Selasa (19/7) pukul 15.10 WIB harga minyak WTI kontrak pengiriman Agustus 2016 di New York Mercantile Exchange merosot 0,62% ke level US$ 44,96 per barel dibanding hari sebelumnya.

Dugaan kenaikan produksi minyak AS ini terjadi karena keputusan perusahaan untuk menambah jumlah rig pengeboran aktif selama enam pekan terakhir hingga 15 Juli 2016 lalu. Hal ini disampaikan oleh Baker Hughes Inc.

Sementara data dari Energy Information Administration (EIA) memprediksi cadangan minyak AS mingguan masih akan turun 2,1 juta barel. Namun itu artinya pasokan masih akan berada 100 juta barel di atas rata-rata pasokan lima tahunan AS.

“Jika harga bergerak stabil di kisaran US$ 45 – US$ 50 per barel ada indikasi kenaikan produksi bisa terjadi. Sampai ada aksi nyata dari OPEC untuk memangkas produksinya maka harga minyak akan terus berupaya keras pertahankan rally nya,” ujar David Lennox, Analyst Fat Prophets seperti dikutip dari Bloomberg.

Terjadinya hal itu karena para produsen berupaya untuk mengambil keuntungan dari kenaikan harga yang terjadi.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×