kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Menilik rencana emiten kabel di sisa tahun ini


Senin, 23 September 2019 / 19:56 WIB
Menilik rencana emiten kabel di sisa tahun ini
ILUSTRASI. Kabel Bawah Tanah PLN ilustrasi kabel Voksel Electric

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Tendi

Angka ini cukup kecil bila dibandingkan pendapatan dari penjualan lokal yang mencapai Rp 1,73 triliun. Bila dibandingkan dengan total pendapatan, maka kontribusi pasar ekspor hanya sebesar 1,03%.

Dalam pengembangan ekspor ini, KBLI akan banyak menyasar Negara-negara berkembang dan Negara Timur Tengah yang gencar membangun jaringan listrik.

Melihat kondisi ini, Analis Panin Sekuritas melihat emiten kabel masih cukup menarik. Namun, ia menilai rencana pemerintah untuk membangun megaproyek listrik 35.000 MW yang belum terealisasikan membuat emiten kabel minim katalis positif.

“Megaproyek ini masih belum ada realisasi, sehingga masih sebatas sentimen bagi emiten kabel,” ujar William saat dihubungi Kontan.co.id, Senin, (23/9).

Baca Juga: UOB Kay Hian Sekuritas menyiapkan tujuh perusahaan untuk IPO di sisa tahun ini

Meski demikian, ia masih merekomendasikan saham KBLI. Menurutnya, secara teknikal saham KBLI masih menarik. Secara year-to-date (ytd), saham KBLI telah menguat 125,17%, dan sejak sebulan ke belakang KBLI telah menghijau sebesar 15,25%.

Selain itu, KBLI juga mencatatkan kinerja yang cukup prima sepanjang semester pertama 2019. Pendapatan KBLI tumbuh 16,31% menjadi Rp 1,87 triliun sementara laba bersihnya naik 237% menjadi Rp 176,73 miliar.

Untuk itu, William merekomendasikan untuk beli (buy) saham KBLI dengan target harga Rp 755 per saham.

Pada perdagangan hari ini, VOKS, KBLI, dan CCSI kompak terkoreksi. VOKS terkoreksi 0,57% ke level Rp 348 per saham, KBLI turun 0,73% ke level Rp 680 per saham, dan CCSI melemah 0,65% ke level Rp 308 per saham.

Sementara pada penutupan perdagangan hari ini, KBLM bergeming di level Rp 322 per saham.


Tag

Video Pilihan

TERBARU

Close [X]
×