Reporter: Dimas Andi | Editor: Noverius Laoli
Ditambah lagi, infrastruktur jaringan transmisi yang menghubungkan pembangkit EBT di area remote masih tergolong minim.
Menurut Wafi, emiten EBT yang berpeluang unggul kinerjanya pada 2026 adalah perusahaan yang mayoritas proyeknya sudah beroperasi secara komersial, memiliki arus kas stabil, dan punya kontrak PPA jangka panjang dengan PLN.
"Emiten yang unggul juga ditandai dengan memiliki akses green financing berbunga rendah untuk menekan cost of fund," kata dia, Rabu (8/4).
Baca Juga: Cermati Rekomendasi Saham Emiten LQ45 Usai Raih Kinerja Positif di Tahun 2025
Lantas, Wafi menyebut saham PGEO, BREN, ARKO, dan KEEN dapat dicermati oleh investor dengan target harga masing-masing di level Rp 1.350 per saham, Rp 6.500 per saham, Rp 10.000 per saham, dan Rp 950 per saham.
Abida menilai, PGEO, ARKO, dan BREN bakal menjadi emiten yang memimpin di sektor EBT dengan keunggulan yang berbeda-beda.
BREN didukung oleh skala panas bumi terbesar, PGEO ditopang oleh ekosistem Pertamina dan Danantara, serta ARKO diuntungkan oleh agresivitasnya ekspansi di segmen PLTA.
Baca Juga: Cek Rekomendasi Saham Emiten Migas Saat Harga Minyak Mendidih
"Modal utama agar kinerja emiten resilien adalah kepastian PPA jangka panjang dengan PLN, neraca yang kuat untuk mendanai capex tanpa overleveraging, dan kemampuan eksekusi proyek tepat waktu," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













