kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.641.000   -14.000   -0,53%
  • USD/IDR 18.035   45,00   0,25%
  • IDX 5.873   -113,12   -1,89%
  • KOMPAS100 763   -18,32   -2,34%
  • LQ45 583   -12,03   -2,02%
  • ISSI 203   -3,37   -1,63%
  • IDX30 330   -6,18   -1,83%
  • IDXHIDIV20 410   -5,48   -1,32%
  • IDX80 87   -1,95   -2,19%
  • IDXV30 111   -1,67   -1,48%
  • IDXQ30 107   -1,52   -1,40%

AS-Iran Damai, Harga Minyak WTI dan Brent Turun Lebih dari 13%


Rabu, 08 April 2026 / 12:09 WIB
AS-Iran Damai, Harga Minyak WTI dan Brent Turun Lebih dari 13%
ILUSTRASI. IRAN-CRISIS/OIL-PAKISTAN (REUTERS/Akhtar Soomro)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak dunia anjlok tajam setelah Amerika Serikat menyetujui 10 poin proposal yang diajukan Iran sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata. 

Berdasarkan data Trading Economics pada Rabu (8/4/2026) pukul 11.38 WIB, harga minyak jenis WTI dalam sehari terkoreksi 15,42% menjadi US$ 95,70 per barel, sedangkan minyak jenis Brent merosot 13,68% menjadi US$ 94,32 per barel.

Pengamat komoditas Ibrahim Assuaibi menilai penurunan tajam ini dipicu oleh meredanya kekhawatiran gangguan pasokan, seiring kembali terbukanya jalur distribusi minyak di kawasan Timur Tengah khususnya melalui Selat Hormuz. 

Baca Juga: Rupiah Perkasa ke Rp 17.014 Per Dolar AS di Tengah Hari Ini (8/4), Seluruh Asia Naik

"Gencatan senjata selama dua minggu ini sangat bisa dimanfaatkan oleh negara-negara untuk melakukan ekspor minyak dari timur tengah melalui Selat Hormuz," ujar Ibrahim pada Rabu (8/4/2026). 

Ia menambahkan, meredanya ketegangan geopolitik memberi ruang bagi stabilisasi pasokan global yang sebelumnya sempat tertekan akibat konflik di kawasan tersebut.

Dalam jangka pendek, kondisi ini juga berpotensi memengaruhi kebijakan energi di berbagai negara. Ibrahim memperkirakan, negara yang sebelumnya menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) berpeluang melakukan penyesuaian turun jika tren pelemahan harga minyak berlanjut.

Ibrahim melihat penguatan emas mencerminkan pergeseran sentimen pasar ke aset lindung nilai, di tengah ketidakpastian yang masih menyelimuti arah kebijakan global.

Ia memperkirakan harga emas masih berpeluang melanjutkan kenaikan mendekati level US$ 5.000 per ons troi.

"Ini juga akan membuat harga logam mulia Antam mengalami penguatan, kemungkinan besar akan menuju level Rp 3 juta per gram," kata Ibrahim.

Ke depan, Ibrahim menilai pergerakan harga minyak dan emas tidak hanya dipengaruhi faktor geopolitik, tetapi juga dinamika politik di Amerika Serikat, perang dagang, serta keseimbangan pasokan dan permintaan global.

Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat 2,2% ke 7.127 Pagi Ini (8/4), Top Gainers LQ45: NCKL, MAPI, MDKA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×