kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Rupiah dan Harga Minyak Uji IHSG, Cermati Rekomendasi Saham IPOT


Minggu, 05 April 2026 / 22:07 WIB
Rupiah dan Harga Minyak Uji IHSG, Cermati Rekomendasi Saham IPOT
ILUSTRASI. Pembukaan IHSG usai libur Lebaran (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pekan lalu di zona merah.

Pada akhir perdagangan Kamis (2/4/2026), IHSG berada di level 7.026 atau melemah sekitar 0,99% dibandingkan pekan sebelumnya.

Di tengah pelemahan tersebut, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (outflow) sebesar Rp 2,8 triliun di pasar reguler.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) David Kurniawan mengatakan, tekanan terhadap IHSG dipicu oleh kombinasi sentimen global dan domestik.

Baca Juga: IHSG Turun Tipis ke 7.091, Ini Sentimen Global dan Rekomendasi Saham Hari Ini (31/3)

Dari sisi global, meningkatnya tensi geopolitik menjadi faktor utama. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut menyatakan kesiapan untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

“Akibatnya muncul ketidakpastian tinggi, sehingga aset berisiko seperti saham di pasar berkembang, termasuk IHSG kemungkinan besar bakal kena aksi jual jangka pendek,” ujar David dalam keterangan resmi, Minggu (5/4/2026).

Sementara dari domestik, pasar juga mencermati kebijakan pemerintah terkait implementasi program B50 yang akan meningkatkan campuran biodiesel berbasis sawit menjadi 50% mulai 1 Juli 2026.

Kebijakan ini dinilai berpotensi mendorong kenaikan harga minyak goreng dan inflasi, sehingga dapat menekan daya beli masyarakat serta memberikan sentimen negatif bagi sektor consumer goods.

Baca Juga: Besok (3/4) Bursa Saham Libur, Cek Rekomendasi Saham Pilihan Analis Hari Ini

Untuk periode perdagangan 6-10 April 2026, David menilai investor perlu mencermati pergerakan nilai tukar rupiah dan harga minyak dunia.

“Kondisi ekonomi Indonesia saat ini sedang menghadapi ujian berat akibat kombinasi lonjakan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah yang cukup drastis,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika harga minyak mentah bertahan di atas US$100 per barel, beban subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berpotensi meningkat signifikan dan mengancam batas aman defisit fiskal.

Tekanan tersebut juga diperparah oleh pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menembus level Rp17.000 per dolar Amerika Serikat. Kondisi ini dinilai dapat meningkatkan biaya impor bahan baku sekaligus memicu kenaikan inflasi domestik.

Secara teknikal, IHSG diproyeksikan bergerak melemah dengan rentang support di level 6.700 dan resistance di 7.250. Tekanan juga datang dari sentimen penyesuaian komposisi kepemilikan saham seiring proyeksi perubahan metodologi MSCI.

Di tengah kondisi tersebut, IPOT merekomendasikan strategi trading jangka pendek dengan memanfaatkan momentum pada sejumlah saham.

Pertama, PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) dengan rekomendasi buy di level Rp1.350, target harga Rp1.460, dan stop loss di Rp1.295.

Saham ini dinilai berpotensi diuntungkan dari katalis program B50, dengan sinyal teknikal yang menunjukkan kecenderungan bullish.

Kedua, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) direkomendasikan buy di level Rp1.930 dengan target harga Rp2.100 dan stop loss di Rp1.845.

 

Saham ini menunjukkan indikasi pemulihan setelah mampu bertahan di area support kuat disertai peningkatan volume akumulasi.

Ketiga, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dengan rekomendasi buy di level Rp2.440, target harga Rp2.630, dan stop loss di Rp2.350. Prospek saham ini ditopang program Makan Bergizi Gratis yang berpotensi mendorong konsumsi protein hewani.

Selain saham, IPOT juga merekomendasikan instrumen reksa dana saham ETF Consumer Indonesia (XIIC) dengan strategi dollar cost averaging (DCA) di kisaran 810-830, target profit bertahap di 854 dan 870, serta stop loss di 780.

David menegaskan, di tengah kondisi pasar yang masih dibayangi sentimen global, pendekatan trading jangka pendek dan manajemen risiko yang disiplin menjadi kunci bagi investor.

“Fokus pada peluang jangka pendek dan tetap selektif, sambil mencermati perkembangan harga minyak dan nilai tukar rupiah yang menjadi penggerak utama pasar saat ini,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×