kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Mengharapkan rezeki anak saleh


Senin, 05 Oktober 2015 / 09:38 WIB
Mengharapkan rezeki anak saleh


Reporter: Widiyanto Purnomo | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Memiliki banyak anak usaha dan rajin akuisisi tidak menyebabkan saham perusahaan investasi menarik. Emiten investasi menggunakan modal mereka untuk berinvestasi di perusahaan lain.

Perusahaan jenis ini juga tidak mempunyai bisnis inti sendiri. Untuk menjaring pendapatan, perusahaan ini mengandalkan kontribusi anak usaha.

Sebut saja PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), yang melalui PT Adaro Strategic Investment mempunyai portofolio kepemilikan saham di PT Adaro Energy Tbk (ADRO). SRTG juga menggenggam saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX).

Sebagai perusahaan investasi, SRTG juga memiliki saham di berbagai perusahaan non-publik secara tidak langsung. Misalnya perusahaan pemrosesan minyak mentah dan gas alam PT Tri Wahana Universal dan perusahaan floating storage offloading PT Sinar Mentari Prima.

Bisnis portofolio juga dilakoni oleh PT Global Mediacom Tbk. Emiten berkode saham BMTR ini menjadi pemegang saham mayoritas di perusahaan berbasis media, yaitu PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN).

Makanya, pendapatan perseroan sebagian besar berasal dari pendapatan segmen media berbasis konten dan iklan. Pendapatan terbesar kedua berasal dari segmen media berbasis pelanggan.

Perusahaan investasi lain adalah PT Multipolar Tbk (MLPL),  pemilik saham PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), yang bergerak di sektor ritel. MLPL juga memiliki saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT). Pada semester I-2015, pendapatan MLPL paling dominan berasal dari penjualan ritel, lalu pendapatan segmen teknologi informasi (TI).   

David Nathanael Sutyanto, Kepala Riset First Asia Capital, menilai, bisnis yang digeluti oleh anak anak usaha perusahaan investasi secara umum kurang bergairah. Misalnya, SRTG yang sektor bisnis anak usahanya  mayoritas berada di bidang energi. Prospek sektor ini masih kurang cerah mengingat harga komoditas energi  masih terpuruk.

Berdasarkan laporan keuangan, pada semester I 2015 kontributor terbesar pendapatan SRTG adalah segmen kilang minyak. Lalu bisnis floating storage offloading.

Tapi, penghasil laba terbesar bagi SRTG adalah segmen investasi. SRTG mencetak keuntungan atas dilusi kepentingan pada entitas asosiasi hingga senilai Rp 1,31 triliun. Inilah yang menopang pertumbuhan laba, meski pendapatan turun.

BMTR dengan anak-anak usaha bidang media juga dinilai kurang menarik. Menurut David, perlambatan ekonomi  Indonesia menyebabkan para pengiklan menahan belanja untuk menjaga margin. Alhasil, pertumbuhan pendapatan BMTR pada semester pertama hanya 4,7%.

Menurut David, MLPL masih beruntung mengandalkan pendapatan dari anak usaha bidang ritel. Penjualan ritel masih cukup stabil di tengah perlambatan ekonomi.

Reza Priyambada, Kepala Riset NH Korindo Securities, menilai, di antara ketiga perusahaan investasi tersebut kinerja MLPL mempunyai prospek paling baik dan cukup bertahan. Konsumen MPPA banyak berasal dari kalangan menengah ke atas yang daya belinya kuat.

Namun, bisnis ritel yang masih bersinar tak mampu mengimbangi kerugian bisnis teknologi informasi dan bisnis lain. Alhasil, meski pendapatan naik 14%, MLPL terpaksa merugi Rp 447,18 miliar.

Kiswoyo Adi Joe, Managing Partner Investa Saran Mandiri, mengatakan, risiko perusahaan investasi adalah ketergantungan yang tinggi atas kinerja anak usaha. Reza mengungkapkan hal senada.

Mengacu hal tersebut Reza berpendapat, investor lebih baik membeli saham anak-anak usaha perusahaan investasi. Kiswoyo dan David sepakat, lebih baik masuk ke anak usaha. Ya, berharap dari rezeki anak saleh                                   

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×