kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.599.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.938   -104,00   -0,58%
  • IDX 6.363   43,40   0,69%
  • KOMPAS100 838   6,34   0,76%
  • LQ45 637   1,54   0,24%
  • ISSI 220   2,08   0,96%
  • IDX30 358   0,56   0,16%
  • IDXHIDIV20 437   -1,63   -0,37%
  • IDX80 96   0,58   0,61%
  • IDXV30 120   -0,06   -0,05%
  • IDXQ30 114   0,20   0,17%

Kinerja emiten batubara merosot akibat penurunan harga batubara, simak uraiannya


Jumat, 01 November 2019 / 20:12 WIB
ILUSTRASI. Foto aerial bekas tambang batu bara di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019).


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa emiten pertambangan batubara telah merilis hasil kinerja untuk periode kuartal III 2019. Hasilnya, beberapa emiten mencatatkan penurunan laba dan pendapatan. Bahkan, ada yang mencatatkan kerugian.

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) misalnya, pada kuartal III 2019 labanya anjlok 21,08% menjadi Rp 3,10 triliun. Meski demikian, pendapatan PTBA naik 1,36% menjadi Rp 16,25 triliun.

Baca Juga: Laba Bumi Resources (BUMI) merosot 63% di kuartal III 2019, ini penjelasan managemen

Pendapatan ini dipengaruhi oleh harga jual rata-rata batubara pada September 2019 yang turun 7,8% menjadi Rp 775.675 per ton.

Sekretaris Perusahaan Bukit Asam, Suherman, mengatakan penurunan tersebut disebabkan oleh pelemahan harga batubara Indeks Newcastle (GAR 6322 kkal/kg) pada bulan September sebesar 25% US$ 81,3 per ton dari US$ 108,3 per ton untuk periode yang sama tahun lalu.

Begitu pula dengan indeks harga batubara thermal Indonesia (Indonesian Coal Index/ICI) GAR 5000 yang pada September 2019 melemah 21% menjadi US$ 50,8.

Nasib yang sama dialami oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang labanya tergerus 63% menjadi US$ 76,07 juta. Di saat yang sama, pendapatan BUMI tercatat sebesar US$ 751,85 juta atau turun 8,85%.

Sekretaris Perusahaan BUMI Dileep Srivastava mengatakan, harga batubara masih menjadi tantangan bagi kinerja BUMI.

Baca Juga: Beban keuangan menekan laba bersih United Tractors (UNTR)

“Harga menjadi tantangan karena perang dagang dan dampak negatifnya, dibarengi dengan penundaan izin impor batubara Australia oleh China telah membuat ketidakseimbangan supply dan demand yang tercermin dari jatuhnya benchmark Indeks GCNEWC,” ujar Dileep kepada Kontan.co.id, Jumat (1/11).




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×