kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Investor Tunggu Sinyal The Fed dan Laba Emiten Penentu Arah Wall Street


Jumat, 03 Juli 2026 / 22:24 WIB
Investor Tunggu Sinyal The Fed dan Laba Emiten Penentu Arah Wall Street
ILUSTRASI. Wall Street (REUTERS/Jeenah Moon)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Pasar saham Amerika Serikat (AS) memasuki pekan penting. Investor akan mencermati risalah rapat bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) serta laporan keuangan emiten-emiten awal untuk mencari petunjuk arah suku bunga dan prospek laba perusahaan yang akan menentukan kelanjutan reli bursa.

Perhatian utama tertuju pada risalah rapat Federal Reserve yang akan dirilis Rabu (8/7/2026).

Dokumen tersebut dinilai dapat memberikan gambaran seberapa besar peluang bank sentral kembali menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang, setelah sikap pejabat The Fed berubah lebih agresif (hawkish).

Baca Juga: Wall Street: Dow Melonjak ke Rekor Penutupan Tertinggi, Nasdaq Terseret Saham Chip

Ketua Federal Reserve Kevin Warsh sebelumnya menegaskan bank sentral akan memprioritaskan pengendalian inflasi yang masih berada di atas target 2%.

Ia juga menyatakan The Fed tidak lagi akan memberikan panduan dini (forward guidance) mengenai arah kebijakan berikutnya, sehingga risalah rapat kini menjadi acuan yang semakin penting bagi pelaku pasar.

"Investor ingin mengetahui seberapa hawkish pandangan para pembuat kebijakan dan faktor apa yang akan menentukan arah suku bunga ke depan," ujar Co-Chief Investment Strategist Manulife John Hancock Investments Matthew Miskin.

Data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dirilis pekan ini menunjukkan perlambatan pertumbuhan lapangan kerja pada Juni. Kondisi tersebut sedikit meredakan kekhawatiran pasar terhadap kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Meski demikian, berdasarkan data LSEG, pelaku pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September hampir berimbang dengan peluang suku bunga tetap dipertahankan.

Baca Juga: Wall Street Melemah: Investor Cemas Konflik AS-Iran dan Valuasi Saham Teknologi

Kenaikan suku bunga berpotensi menjadi tekanan bagi pasar saham karena meningkatkan biaya pinjaman bagi konsumen dan perusahaan, sekaligus membuat imbal hasil obligasi lebih menarik dibandingkan aset berisiko.

Selain kebijakan moneter, investor juga mulai mengalihkan perhatian ke musim laporan keuangan kuartal II-2026 yang akan dimulai pekan depan.

Maskapai Delta Air Lines dan produsen makanan serta minuman PepsiCo menjadi dua emiten besar pertama yang akan merilis kinerja keuangan.

Laporan kedua perusahaan tersebut dipandang sebagai indikator awal kondisi belanja konsumen Amerika Serikat sekaligus memberi gambaran mengenai kekuatan laba korporasi di tengah ketidakpastian ekonomi.

Secara keseluruhan, laba perusahaan dalam indeks S&P 500 diperkirakan tumbuh lebih dari 24% pada kuartal II-2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menurut estimasi LSEG IBES.

Baca Juga: Wall Street Reli: Indeks Dow Catat Rekor Tertinggi, Saham Terkait Teknologi Melonjak

Kepala Investasi Truist Advisory Services Keith Lerner mengatakan musim laporan keuangan kali ini akan menjadi ujian utama bagi reli pasar saham.

"Fokus utamanya adalah memastikan tren pertumbuhan laba tetap terjaga tahun ini dan berlanjut hingga tahun depan," katanya.

Di sisi lain, pergerakan saham teknologi masih menjadi perhatian.

Sepanjang kuartal II-2026, sektor teknologi, khususnya saham semikonduktor, menjadi motor utama kenaikan pasar hingga mendorong indeks S&P 500 melonjak 14,9%, kenaikan kuartalan terbesar sejak 2020.

Namun dalam beberapa pekan terakhir, saham-saham teknologi mulai berfluktuasi tajam dan mengalami tekanan.

Sebaliknya, sektor kesehatan, industri, dan keuangan mulai menunjukkan penguatan sehingga memunculkan harapan terjadinya rotasi sektor yang membuat reli pasar menjadi lebih merata.

Baca Juga: Wall Street Reli: Indeks Dow Cetak Penutupan Tertinggi

Head Trading and Derivatives Strategist Charles Schwab Joe Mazzola mengatakan investor kini akan mengamati apakah penguatan sektor nonteknologi mampu berlanjut atau justru pelemahan saham teknologi akan menyeret keseluruhan pasar.

Selain risalah Federal Reserve dan laporan keuangan emiten, pasar juga akan mencermati data aktivitas manufaktur dan sektor jasa Amerika Serikat yang dapat memberikan petunjuk tambahan mengenai arah inflasi dan kebijakan moneter pada paruh kedua tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×