Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
Maskapai Delta Air Lines dan produsen makanan serta minuman PepsiCo menjadi dua emiten besar pertama yang akan merilis kinerja keuangan.
Laporan kedua perusahaan tersebut dipandang sebagai indikator awal kondisi belanja konsumen Amerika Serikat sekaligus memberi gambaran mengenai kekuatan laba korporasi di tengah ketidakpastian ekonomi.
Secara keseluruhan, laba perusahaan dalam indeks S&P 500 diperkirakan tumbuh lebih dari 24% pada kuartal II-2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menurut estimasi LSEG IBES.
Baca Juga: Wall Street Reli: Indeks Dow Catat Rekor Tertinggi, Saham Terkait Teknologi Melonjak
Kepala Investasi Truist Advisory Services Keith Lerner mengatakan musim laporan keuangan kali ini akan menjadi ujian utama bagi reli pasar saham.
"Fokus utamanya adalah memastikan tren pertumbuhan laba tetap terjaga tahun ini dan berlanjut hingga tahun depan," katanya.
Di sisi lain, pergerakan saham teknologi masih menjadi perhatian.
Sepanjang kuartal II-2026, sektor teknologi, khususnya saham semikonduktor, menjadi motor utama kenaikan pasar hingga mendorong indeks S&P 500 melonjak 14,9%, kenaikan kuartalan terbesar sejak 2020.
Namun dalam beberapa pekan terakhir, saham-saham teknologi mulai berfluktuasi tajam dan mengalami tekanan.
Sebaliknya, sektor kesehatan, industri, dan keuangan mulai menunjukkan penguatan sehingga memunculkan harapan terjadinya rotasi sektor yang membuat reli pasar menjadi lebih merata.
Baca Juga: Wall Street Reli: Indeks Dow Cetak Penutupan Tertinggi
Head Trading and Derivatives Strategist Charles Schwab Joe Mazzola mengatakan investor kini akan mengamati apakah penguatan sektor nonteknologi mampu berlanjut atau justru pelemahan saham teknologi akan menyeret keseluruhan pasar.
Selain risalah Federal Reserve dan laporan keuangan emiten, pasar juga akan mencermati data aktivitas manufaktur dan sektor jasa Amerika Serikat yang dapat memberikan petunjuk tambahan mengenai arah inflasi dan kebijakan moneter pada paruh kedua tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














