Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan ini. Pada akhir perdagangan Jumat (3/7/2026), IHSG ditutup menguat 131,22 poin atau 2,28% ke level 5.875,78.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan penguatan IHSG pada hari ini terutama ditopang oleh kenaikan saham-saham sektor industrial dan basic materials. Sementara itu, rupiah di pasar spot menguat Rp 32 atau 0,18% menjadi Rp 17.963 per dolar Amerika Serikat (AS).
“Kami memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini didorong oleh sektor Industrial dan Basic Material, di mana harga emas menguat hari ini meskipun nilai tukar rupiah masih berada mendekati level Rp 18.000,” ujar Herditya kepada Kontan, Jumat (3/7/2026).
Meski berhasil mencatatkan penguatan yang cukup signifikan, Herditya memperkirakan ruang kenaikan IHSG pada pekan depan mulai terbatas. Menurutnya, pelaku pasar akan mencermati sejumlah sentimen domestik maupun global yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan indeks.
Baca Juga: Sinar Mas Agro (SMAR) Jual Pabrik Kelapa Sawit Rp 67,6 Miliar, Ini Rinciannya
Dari dalam negeri, investor akan menunggu rilis data cadangan devisa serta Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia.
Sementara itu, dari eksternal, perhatian pasar akan tertuju pada data neraca dagang Amerika Serikat serta risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC Minutes) untuk mencari petunjuk arah kebijakan moneter bank sentral AS.
Selain itu, pergerakan harga komoditas emas dan nilai tukar rupiah juga diperkirakan masih menjadi perhatian utama investor. Menurut Herditya, peluang kenaikan harga emas masih terbuka, sementara rupiah yang masih berada di kisaran level psikologis Rp 18.000 per dolar AS berpotensi memengaruhi sentimen pasar.
Baca Juga: Tren Suku Bunga Tinggi, Begini Prospek SBN Ritel pada Semester II–2026
Secara teknikal, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG memiliki area support di level 5.486 dan resistance di level 6.286 pada perdagangan pekan depan.
Untuk sepekan ke depan, Herditya merekomendasikan investor mencermati beberapa saham yang dinilai masih memiliki peluang penguatan, yakni PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dengan rentang target harga Rp 2.100-Rp 2.210, PT Multipolar Tbk (MLPL) di kisaran Rp 89-Rp 97, serta PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) dengan target Rp 444-Rp 464.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














