Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Wall Street bervariasi dengan indeks Dow Jones naik lebih dari 1% ke rekor penutupan tertinggi jelang libur panjang akhir pekan karena laporan pekerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan meredakan kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga.
Di sisi lain, penurunan tajam lainnya pada saham produsen chip membebani indeks Nasdaq dengan indeks S&P 500 berakhir datar.
Kamis (2/7/2026), Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 594,83 poin atau 1,14%, menjadi 52.900,07, indeks S&P 500 menguat tipis 0,01 poin ke 7.483,24 dan indeks Nasdaq Composite turun 207,36 poin atau 0,80% ke 25.832,67.
Indeks Dow Jones mencatat kenaikan selama empat minggu berturut-turut, rentetan terpanjang sejak Oktober 2024.
Baca Juga: Harga Emas Antam (2/7) Naik Rp 15.000, Investor Jangka Pendek Masih Potensi Rugi
Dengan posisi ini, maka indeks Dow naik sekitar 2%, S&P 500 naik 1,8%, dan Nasdaq naik 2,1% di pekan ini.
Pasar AS akan tutup pada hari Jumat untuk memperingati Hari Kemerdekaan AS.
Laporan penggajian non-pertanian AS menunjukkan ekonomi menambah 57.000 pekerjaan bulan lalu, jauh di bawah perkiraan ekonom yang memperkirakan kenaikan sebesar 110.000.
Tingkat pengangguran adalah 4,2%, sesuai dengan ekspektasi 4,3%. Laporan ketenagakerjaan ini mengikuti serangkaian peningkatan lapangan kerja yang kuat baru-baru ini.
Ekspektasi kenaikan suku bunga dari Federal Reserve menurun setelah laporan tersebut, menurut CME FedWatch.
Untuk pertemuan September, ekspektasi kenaikan suku bunga meredup menjadi 55% dari 64,1%. Laporan pekerjaan "tidak berarti kekhawatiran inflasi telah berakhir," kata Adam Sarhan, kepala eksekutif di 50 Park Investments di New York.
"Ini hanya mengurangi tekanan pada Fed untuk menaikkan suku bunga dalam jangka pendek."
Investor telah khawatir tentang inflasi terutama mengingat kenaikan tajam harga minyak pada awal perang Iran.
Saham Apple melonjak 4,8% dan membantu menopang ketiga indeks utama. Nikkei Asia melaporkan bahwa Apple berencana meluncurkan lima model iPhone baru.
Baca Juga: Bangun Infrastruktur Kendaraan Listrik, Petrosea (PTRO) Gandeng Anak Usaha CDIA
Di sisi lain, indeks semikonduktor berakhir 5,4% lebih rendah pada hari Kamis, jatuh tajam untuk hari kedua berturut-turut.
Saham Nvidia turun 1,4% sementara SanDisk turun 14,1%. Investor kemungkinan mengambil keuntungan dari saham chip setelah kenaikan yang kuat tahun ini, kata Bruce Zaro, direktur pelaksana di Granite Wealth Management di Plymouth, Massachusetts. Indeks semikonduktor tetap naik sekitar 78% untuk tahun ini hingga saat ini.
Pada sesi ini, saham Tesla turun 7,5% meskipun produsen mobil listrik tersebut membukukan pengiriman kuartal kedua di atas perkiraan. Saham Tesla telah naik tajam minggu ini menjelang laporan tersebut.
Di antara saham-saham yang mengalami penurunan lainnya, Bending Spoons turun 11,3%, sehari setelah pemilik Vimeo tersebut naik 40% pada debutnya di Nasdaq.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














